Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Mustholih.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Mustholih.

Politisi Demokrat Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unnes

Mustholih • 24 Juli 2019 15:43
Semarang: Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengukuhkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Agus Hermanto, sebagai guru besar bidang Administrasi Publik. Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, Mohammad Nasir, menghadiri upacara pengukuhan gelar profesor elit Partai Demokrat tersebut.
 
"Secara standar sudah memenuhi syarat jadi guru besar," kata Nasir di Kampus Unnes, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 24 Juli 2019.
 
Nasir mengatakan, sebenarnya gelar profesor bisa diberikan kepada siapa saja. Politikus dan pengusaha sekalipun pun selama memenuhi syarat. "Syaratnya harus Doktor, mengajar, dan publikasi yang terindeks pada jurnal bereputasi. Intinya bukan karena politisinya, intinya seseorang mengajar di perguruan tinggi, apakah berlatar belakang politisi atau pengusaha, boleh," ujar Nasir menegaskan.

Nasir menambahkan, seorang doktor jangan bermimpi menjadi profesor apabila tidak punya publikasi karya ilmiah. "Ini menjadi sangat penting. jadi kalau ada orang yang tidak menulis karya ilmiah dipublikasikan enggak bakalan dia menjadi Guru Besar," ungkap Nasir.
 
Baca:  Wimboh 'OJK' Profesor Dosen nonTetap Pertama di UNS
 
Dalam pengukuhannya sebagai profesor bidang Administrasi Publik, Agus Hermanto memaparkan makalah tentang manajemen kebijakan pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Agus menyatakan penggunaan energi di Tanah Air masih menggunakan energi berbahan fosil.
 
"Sementara energi fosil pasti akan habis. Saat ini saja, kita impor energi yang habiskan jutaan dolar. mau tidak mau suka tidak suka kita harus menggunakan energi bukan fosil," ungkap Agus.
 
Menurut Agus, panas bumi merupakan salah satu alternatif pemanfaatan energi nonfosil. Bahkan, Indonesia bisa menghasilkan 29 ribu megawatt listrik dari panas bumi.
 
"Kita punya kemampuan 29 ribu megawatt, sangat tinggi dan baru termanfaakan 8 persen. 2025 pemanfaatan geotermal diharapkan mencapai 23 persen. tanpa kesungguhan kita, tidak mungkin capai itu. Tergantung kita apabila geotermal menjadi primadona, maka kita harus memberikan penguatan dan keberpihakan," jelas Agus.
 
Menurut Agus, pemanfaatan panas bumi tidak mungkin merusak lingkungan. Bahkan, Agus menilai energi panas bumi bisa berdampak positif bagi sektor pertanian nasional.
 
Baca:  Ketum PGRI Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNJ
 
"Uapnya bisa untuk listrik, perikanan, pertanian, dan terapi dan mendatangkan turis. Kita ini di ring of fire. Di Jawa dan Sumatera sangat tinggi geotermal," beber Agus. 
 
Rektor Universitas Negeri Semarang, Fathur Rokhman, mengatakan Agus Hermanto memang sudah cukup lama mengajar di Unnes. Di Kampusnya, Agus juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Penyantun Unnes.
 
"Beliau sampaikan kalau diusulkan jadi profesor. Kami langsung membentuk tim profesor untuk melakukan pendampingan agar memenuhi syarat," ungkap Fathur.
 
Bahkan, kata Fathur, dosen pembimbing Agus di Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, dan Universitas Diponegoro memberi rekomendasi politikus Demokrat itu menjadi Profesor. "Dia juga mendapat rekomendasi dari beberapa perguruan tinggi, dapat dari pembimbing di UI (Universitas Indonesia), UB (Universitas Brawijaya), dan Undip (Universitas Diponegoro)," jelas Fathur.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan