Ilustrasi gempa Cianjur. DOK istimewa
Ilustrasi gempa Cianjur. DOK istimewa

Anak-Anak Korban Gempa Cianjur Dapat Dukungan Psikososial

Renatha Swasty • 28 November 2022 13:23
Jakarta: Gempa Cianjur menyebabkan ratusan satuan pendidikan mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi termasuk madrasah rusak. Save the Children Indonesia membantu memenuhi hak pendidikan anak korban gempa Cianjur.
 
“Pendidikan adalah salah satu hak anak yang harus dipenuhi apa pun situasinya termasuk dalam situasi darurat. Seperti di Cianjur, anak-anak penting untuk segera mendapatkan layanan dukungan psikososial di mana ini adalah termasuk dalam unsur pendidikan pada situasi darurat," kata Head of Education Save the Children Indonesia Imelda Usnadibrata dalam keterangan tertulis, Senin, 28 November 2022.
 
Imelda menyebut tujuan utamanya, yakni memastikan anak-anak dapat mengatasi rasa khawatir, takut, cemas. Dia mengatakan dengan bertemu teman serta guru anak-anak akan senang kembali belajar dan bersekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Save the Children Indonesia bersama klaster pendidikan Cianjur melakukan pendataan dengan mengidentifikasi anak dan guru terdampak, termasuk kondisi sarana dan prasarana sekolah. Hal ini penting untuk dapat memastikan penyaluran bantuan merata dan tepat sasaran, serta dapat segera memberikan layanan dukungan psikososial untuk membantu memulihkan aspek psikis anak, orang tua dan guru yang terdampak.
 
Save the Children Indonesia juga menyediakan tenda untuk dijadikan sebagai ruang belajar sementara yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Guru Matematika di Kabupaten Cianjur Ayu bercerita saat gempa ia tengah mengajar, berdiri di depan kelas.
 
"Semua orang teriak, anak-anak panik, dan saya juga sangat panik dan takut. Bayangkan ya, orang dewasa saja takut apalagi anak-anak. Untuk itu penting sekali adanya dukungan psikososial untuk anak-anak dan guru. Karena kami sangat membutuhkan itu, termasuk juga bagaimana caranya selamat dari kejadian gempa bilamana terjadi kembali,” ujar Ayu.
 
Saat ini, Program Pendidikan dalam situasi darurat serta layanan dukungan psikososial Save the Children Indonesia telah menjangkau lebih dari 200 anak, 22 Guru di Nagrak, Cugenang, dan SMP 1 Warungkondang. Salah satu edukasi yang diberikan juga meliputi terkait pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
 
Hal ini bertujuan untuk memastikan anak-anak, guru, dan warga sekolah memahami karakteristik bencana, memahami upaya mitigasi serta langkah-langkah sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
 
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi - Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana mencatat per 24 November 2022 pukul 18.00 wib mencatat 31 siswa dan 6 guru meninggal dunia, 367 peserta didik, dan 76 guru luka-luka akibat gempa Cianjur. Gempa juga menghancurkan 2.235 ruang dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, dan berat.
 
Baca juga: Gempa Cianjur, Nadiem: Layanan Pendidikan Darurat Segera Disediakan

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif