Mendikbud Nadiem Makarim.Zoom
Mendikbud Nadiem Makarim.Zoom

Nadiem Minta Siswa Tak Punya Akses PJJ Belajar di Sekolah

Pendidikan sekolah Pembelajaran Daring Metode Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh Nadiem Makarim
Antara • 11 November 2020 11:36
Rote Ndao: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta siswa yang tidak memiliki akses untuk pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk bisa belajar di sekolah. Terutama, di zona hijau dan kuning covid-19.
 
"Untuk zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan tatap muka, tapi semua keputusannya itu ada di komite sekolah, kepala sekolah, dan kepala dinas," ujar Nadiem Makarim pada kunjungannya ke SMKN 1 Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 11 November 2020.
 
Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka untuk zona hijau dan kuning sudah diizinkan. Namun, bukan berarti harus dipaksakan. Keputusan pembelajaran tatap muka ada di orang tua dan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk SMK, mata pelajaran praktik diperbolehkan untuk tatap muka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi keputusannya ada di daerah bukan di pusat," kata dia.
 
Nadiem mengaku khawatir perkembangan pendidikan formal siswa jika tidak bisa belajar dengan baik selama pandemi karena tidak mempunyai akses dan gawai. "Saya khawatir mereka tidak bisa belajar apa-apa dan tertinggal," tambah dia.
 
Dia pun meminta siswa yang tidak mempunyai gawai bisa belajar di sekolah. Apalagi di Kabupaten Rote Ndao, saat ini berstatus zona kuning.
 
Baca:Pandemi, Anak Lebih Rentan Jadi Korban Ekspolitasi Seksual Melalui Internet
 
Dalam kesempatan itu, Nadiem juga mengatakan bahwa saat ini kewenangan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ada pada kepala sekolah. Termasuk, untuk gaji guru honorer maupun membeli gawai yang nantinya bisa dipinjamkan ke siswa.
 
Kepala SMKN 1 Rote Barat Julius Ndun mengatakan selama pandemi pembelajaran dilakukan secara daring dan tatap muka. "Kita sempat tatap muka, namun pada pertengahan Oktober lalu ada instruksi dari dinas untuk kembali belajar di rumah," kata Julius.
 
Selain kendala gawai, jaringan internet di daerah tersebut juga belum merata. Ada beberapa daerah yang belum terjangkau akses internet.
 
"Solusinya siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas dan mengumpulkannya," ujar Julius.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif