"Pada era disrupsi saat ini, terjadi perubahan besar jenis pekerjaan, diperkirakan sekitar 75 juta hingga 375 juta orang mengalami pergeseran pekerjaan. Kaum milenial harus mampu memenangkan persaingan global dengan menguasai teknologi dan berinovasi,” kata Nasir saat memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Nasir mengatakan, untuk mencapai itu, kampus adalah jawaban yang tepat untuk menciptakan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Inovasi yang digagas kaum milenial saat ini terbukti membawa pengaruh terhadap perekonomian negara dan menjadi ladang bisnis menjanjikan.
Baca: Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Jadi Job Creator
Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro itu mencontohkan, perusahaan startup (perintis) Indonesia yang masuk kategori unicorn dan merupakan hasil inovasi kaum milenial. Untuk diketahui, Unicorn merupakan sebutan bagi startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar.
Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak merupakan deretan perusahaan yang menyabet gelar unicorn. Nasir mengatakan, keempatnya mampu mendorong perekonomian negara dan masyarakat.
Nasir juga meminta mahasiswa meningkatkan kompetensi dan jiwa kewirausahaan. Sebab, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencetak para pencari lapangan kerja atau job seeker yang kompeten.
.
"Kita tidak mungkin menyiapkan lulusan itu akan menjadi pegawai di perusahaan. Tapi sebagai job creator, orang yang mendirikan lapangan kerja," tegas Nasir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News