"Kita tidak mungkin menyiapkan lulusan itu hanya jadi akan menjadi pegawai di perusahaan," kata Menristekdikti, Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu, 27 Maret 2019.
Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya, Nasir mencontohkan bagaimana bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus yang populer di berbagai daerah. Nasir menceritakan, Ridho Nurul Adityawan, sosok dibalik suksesnya Ayam Gepuk Pak Gembus.
Nasir awalnya mengaku heran, seorang lulusan D3 memutuskan keluar dari perusahaan, dan memilih berbisnis kuliner. "Kalau dia sebut nama ayam goreng rasanya tidak populer, semua warung, ayam goreng pasti ada. Begitu saya tahu ayam gepuk, ini ayam apalagi," ujar Nasir.
Nasir berharap agar mahasiswa terinsipirasi dengan kisah tersebut. Meski memulai bisnis tak semudah membalikkan telapak tangan.
Baca: 200 Jurnal Internasional Ditargetkan Terdaftar di 2019
"Omzetnya kini menjual 5,5-6 ton ayam goreng. Pada saat ketemu saya, dia bawa mobil Mercy, wah mobilnya Rp2,4 miliar itu. Sama mobilnya Pak Rektor (Universitas Brawijaya, Nuhfil Hanani) jauh kayanya," kelakar Nasir.
Nasir mengatakan, saat ini di Kemenristekdikti melalui bidang kemahasiswaan telah menelurkan program-program kewirausahaan yang perlu diberikan ke mahasiswa. Dengan demikian, di bangku kuliah, mahasiswa telah memulai kegiatan kewirausahaan.
"Oleh karena itu anda akan disiapkan bukan seorang job seeker atau orang yang mencari kerja tapi menjadi job creator, pencipta lapangan kerja," tegas Nasir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News