Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto:  Kemendikbud/Dok. BKLM.
Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto: Kemendikbud/Dok. BKLM.

2021, Kurikulum Darurat Uji Coba di Sekolah Penggerak

Pendidikan kurikulum 2013 Kurikulum Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 03 September 2020 22:46
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merancang kurikulum darurat untuk pembelajaran pada masa pandemi virus korona (covid-19). Kurikulum tersebut juga merupakan salah satu prototype Kurikulum 2013 (K-13) yang disederhanakan dan akan mulai diujicobakan pada 2021.
 
"Dengan kurikulum darurat ada banyak prototype atau kesempatan mengetes. Kurikulum tersebut sudah melalui penyederhanaan yang cukup baik dan itu akan kita kembangkan," ujar Mendikbud, Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan komisi X DPR, Kamis 3 September 2021.
 
Nadiem mengatakan penyederhanaan atau rasionalisasi K-13 merupakan mandat dari Presiden, Joko Widodo. Rencananya pada tahun 2021 kurikulum ini akan diuji coba di sejumlah sekolah penggerak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk 2021 akan mulai kita coba di berbagai macam sekolah penggerak," jelasnya.
 
Bersamaan dengan itu, Nadiem mengatakan 2021 juga bakal jadi tahun pertama pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM merupakan pengganti Ujian Nasional (UN).
 
Baca juga:Nadiem Diminta 'Merayu' Sri Mulyani untuk Tambahan Dana BOS
 
Pihaknya bakal melakukan penyempurnaan sistem AKM. Perlengkapan fasilitas dan pelatihan guru untuk pelaksanaan AKM juga bakal diberikan sesegera mungkin.
 
"Namun karena ini pertama kali tahun 2021 pasti banyak tantangan. Tapi InsyaAllah dengan dukungan kepala dinas kita bisa pastikan infrastruktur siap," ujarnya.
 
Untuk menjalankan proses penyederhanaan kurikulum, Kemendikbud melakukan alokasi anggaran sebesar Rp1,003 triliun dari anggaran 2021. Rinciannya sebesar Rp518,8 miliar untuk pelatihan dan pendampingan kurikulum bagi guru dan tenaga kependidikan, Rp137,8 miliar untuk pengembangan kurikulum dialokasikan dana sebesar dan Rp346,9 miliar untuk implementasi kurikulum di sekolah maupun daerah.
 
Sedangkan sisanya, untuk penyempurnaan AKM terdapat alokasi sebesar Rp478,4 miliar. Rinciannya, sebanyak Rp358,2 miliar untuk AKM dan akreditasi, dan Rp120,2 miliar untuk pendampingan pemerintah daerah terkait AKM.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif