Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemdikbudristek, Hasan Chabibie. Foto: Medcom.id
Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemdikbudristek, Hasan Chabibie. Foto: Medcom.id

Jumlah Pengembang Teknologi Pembelajaran di Indonesia Masih Belum Ideal

Citra Larasati • 25 November 2022 21:41
Jakarta:  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menilai jumlah pengembang teknologi pembelajaran (PTP) di Tanah Air saat ini masih belum mencukupi.  Jumlahnya masih sekitar 2.000-an, jauh dari ideal yang diperkirakan berada di angka 5.000.
 
"Menurut kami sangat kurang karena penggunaan teknologi menjadi masif," terang Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemdikbudristek, Hasan Chabibie dalam kegiatan Simposium Regional Pengembang Teknologi Pembelajaran Tahun 2022 bertajuk `Peran PTP Dalam Menyukseskan Transformasi Digital` di Jakarta.
 
Hasan mengakui, secara statistik pihaknya belum bisa melakukan prediksi pasti berapa jumlah kebutuhan ideal PTP di seluruh indonesia. "Namun, kami pernah melakukan perhitungan di tahun 2017 idealnya sekitar 5.000," sebut Hasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keberadaan PTP, lanjut Hasan, erat kaitannya dengan tranformasi pembelajaran digital. Juga, memastikan pembelajaran tetap berjalan apabila ke depan muncul pandemi, berkaca dari pengalaman covid-19.
 
"Mau tidak mau harus kita lakukan refleksi, sehingga efek covid-19 pada titik tertentu sudah membuka digital ke depan untuk dunia pendidikan, kita bisa lampaui dengan sebaik-baiknya," ujar dia.
 
Hasan menambahkan, teknologi juga menjadi bagian penting dari upaya transformasi digital di bidang pendidikan.  Yakni, dengan munculnya platform Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, SIPLah, maupun Rumah Belajar.
 
"Sehingga peran terbaik yang dibagikan masing-masing kementerian maupun lembaga bisa saling ditiru, saling menginspirasi, saling diterapkan, sehingga kita inginnya tranformasi digital betul-betul merata di kita semua," tambah Hasan.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, yang hadir secara virtual mengatakan, para pengembang teknologi pembelajaran harus terus mengembangkan kompetensi dirinya dengan berbagai macam mekanisme.
 
"Tidak harus selalu bertemu, melatih diri dengan cara tetap mencari, membangun diri secara mandiri. Tentu kolaborasi juga menjadi kunci baik itu dengan pemerintah, teman sesama PTP baik itu di Kemendikbudristek maupun di kementerian lain," ucap Suharti.
Baca juga: Mendikbudristek Ajak IGI Gotong Royong Memajukan Pendidikan Indonesia

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif