Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Begini Cara Penulisan Gelar Lulusan Administrasi Negara yang Benar

Pendidikan pendidikan Perguruan Tinggi jurusan kuliah
Citra Larasati • 06 Mei 2022 22:50
Jakarta:  Penulisan nama gelar untuk lulusan Administrasi Negara di Indonesia masih sangat beragam. Hal ini terjadi karena perkembangan rumpun ilmu administrasi yang memang sangat pesat.
 
Ilmu ini memunculkan cabang-cabang ilmu baru yang merupakan integrasi dari beberapa rumpun ilmu. Perkembangan ini pula yang akhirnya melatari sejumlah kampus memutuskan mengganti nama dari Administrasi Negara menjadi Administrasi Publik. 
 
Ya, Jurusan Administrasi Negara menjadi salah satu jurusan yang paling banyak mengalami pergantian nama. Namun, meski sama-sama menggunakan nama Administrasi, sebenarnya kedua jurusan tersebut memiliki perbedaan yang cukup jelas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditambah lagi penulisan gelar Administrasi Negara di beberapa kampus ternyata berbeda loh.
Mengenai gelar, baik untuk S1, S2, dan S3 atau sebutan untuk diploma yang digunakan oleh kampus-kampus di Indonesia, saat ini sudah tidak baku lagi.
 
Dilansir dari laman GoKampus.com, meski pemerintah sudah membuat peraturannya, tapi sebagian besar kampus hanya mematuhi sebagian peraturan tersebut, termasuk mengenai cara membuat singkatan gelar/sebutan dari para lulusannya. 
 
Pada akhirnya, di Indonesia ada beberapa sebutan gelar untuk para sarjana dari Program Studi Administrasi Negara. Misalnya ada Sarjana Ilmu Administrasi Negara (S.A.N.), Sarjana Administrasi Negara (S.Adm), Sarjana Ilmu Politik (S.I.P atau S.I.Pol).  Bahkan ada juga Sarjana Sosial (S.Sos).
 
Munculnya S.Sos di sini tak lain karena di beberapa kampus, Administrasi Negara masuk ke dalam rumpun Ilmu Sosial Humaniora. 
 
Nah, ilmu administrasi negara sendiri makin berkembang seiring dengan era globalisasi, teknologi informasi, dan komunikasi. Perkembangnya meliputi pemahaman tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam meneliti, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah implementasi kebijakan.
 
Masing-masing kampus memiliki kebijakan tersendiri dalam menghadapi perkembangan tersebut.  Terlepas dari itu, para penyandang gelar Sarjana Administrasi Negara harus punya kompetensi yang sesuai.
 
Tepatnya kompetensi dalam hal pengelolaan dan manajemen organisasi publik, seperti Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Kinerja, Sistem Pemerintah Daerah, Kepemimpinan, Administrasi Keuangan, Public Opinion dan Kebijakan Publik, Akuntansi Sektor Publik, Perbendaharaan Negara, e-Government, Desain Organisasi baik untuk Instansi Pemerintah maupun Swasta.
 
Lulusan Administrasi Negara yang memiliki kompetensi intelektual, manajerial dan behavior untuk masalah-masalah publik akan lebih banyak dicari perusahaan. Lulusan ini juga harus mampu membangun administrasi dan manajemen publik yang bercirikan “good governance“; mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan menangani masalah-masalah publik berdasarkan landasan metodologis; serta memiliki wawasan futuristik dan sistematik.
 
Baca juga:  UNESA Peringkat ke-8 Kampus dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di Indonesia
 
Selain itu, para pemegang gelar Sarjana Administrasi Negara juga harus mampu membuat terobosan-terobosan melalui pemikiran kreatif dan inovatif dalam rangka memberdayakan peran serta masyarakat.  Selain itu juga mampu mengembangkan public-private partnership dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan kepuasan warga.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif