Ilustrasi iklan iblis. DOK Fishtankadvisor.com
Ilustrasi iklan iblis. DOK Fishtankadvisor.com

Mengenal Ikan Iblis yang Resahkan Masyarakat Danau Toba

Pendidikan Perikanan Ikan danau toba UNAIR
Renatha Swasty • 22 April 2022 14:44
Jakarta: Iklan iblis atau red devil fish beberapa waktu lalu jadi perbincangan. Ikan itu disebut-sebut muncul di Danau Toba dan menyerang ikan endemik di danau tersebut.
 
Apa itu iklan iblis? Dosen Prodi Akuakultur SIKIA Banyuwangi Universitas Airlangga (Unair) Darmawan Setia Budi membeberkan soal iklan iblis.
 
Dia menuturkan ikan iblis memiliki nama latin Cichlasoma labiatum. Ikan itu bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari Danau Managua dan Danau Nikaragua di Amerika Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awal keberadaan iklan iblis di Indonesia setelah diperkenalkan sebagai ikan hias akuarium. Sehingga, marak dibudidayakan oleh masyarakat.
 
“Ikan ini dikenal sebagai ikan predator, karena termasuk golongan ikan karnivora dan memiliki kebiasaan memakan hewan-hewan yang lebih kecil,” kata Darmawan dikutip dari laman unair.ac.id, Jumat, 22 April 2022.
 
Darmawan menduga munculnya ikan iblis di perairan umum Indonesia seperti Danau Toba karena lemahnya pemahaman masyarakat yang memelihara atau membudidayakan ikan itu sebagai ikan hias. Dia menyebut terdapat beberapa masyarakat yang memang tidak sengaja melepaskan ikan iblis, bahkan ada yang sengaja melepasliarkannya.
 
Darmawan menyebut ikan iblis apabila dilepasliarkan di perairan umum akan berdampak pada populasi spesies endemik yang ada di perairan tersebut.
 
“Sebagai ikan yang bersifat predator, ikan iblis akan memangsa ikan yang lebih kecil yang sebagian besar mangsanya tersebut bisa jadi adalah benih-benih ikan endemik asli perairan tersebut,” beber dia.
 
Dia mengatakan ikan iblis memiliki kemampuan berkembang biak cukup besar. Sehingga, pertumbuhan populasi ikan blis sangat pesat. Maka itu, ikan iblis bisa disebut sebagai ikan invasif yang membuat populasinya lebih dominan ketimbang ikan asli Danau Toba.
 
“Hal ini tentunya menjadi ancaman yang sangat serius terhadap kelestarian spesies endemik di sana,” tutur dia.
 
Darmawan menyebut terdapat beberapa langkah untuk mencegah dan menanggulangi ikan iblis di suatu ekosistem perairan tertentu. Pertama, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai akibat pelepasliaran spesies asing di perairan.
 
Kedua, memperketat aturan budidaya ikan spesies asing agar tidak mudah dilepasliarkan di alam. Sedangkan, untuk penanggulangan ikan iblis tidak bisa hanya secara alami, tetapi perlu intervensi manusia.
 
Selain itu, ikan iblis harus dimanfaatkan masif, tidak hanya sebagai ikan hias tetapi juga dikonsumsi. Sehingga, bisa meningkatkan eksploitasi dari Danau toba yang secara langsung diharapkan dapat menjadi kontrol dari populasi ikan iblis.
 
“Selain itu bisa dengan meningkatkan pemanfaatan ikan iblis sebagai ikan konsumsi, dapat juga dilakukan misalnya dengan membuat berbagai olahan makanan dari ikan tersebut. Sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomisnya dan berdampak pula terhadap pendapatan masyarakat Danau Toba,” kata dosen dia.
 
Darmawan menegaskan anggapan melepasliarkan ikan peliharaan baik adalah tidak benar, terlebih pada ikan spesies asing. Darmawan menyarankan bila penghobi sudah bosan atau sudah tidak mampu memelihara lagi, sebaiknya tidak begitu saja dilepas di sungai, danau, atau perairan lainnya.
 
Namun, diberikan kepada penghobi lain yang masih berminat. Atau dapat dikonsumsi dengan catatan ikan tersebut aman ketimbang dilepas di alam sembarangan.
 
“Selain berisiko menjadi ikan invasif, belum tentu juga ikan yang dilepas tersebut bisa survive karena habitat liar juga jauh berbeda dengan akuarium,” tutur dia.
 
Baca: Guru Besar Akuakultur IPB Ungkap Potensi Cuan Budidaya Udang
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif