Ilustrasi puasa. Freepik
Ilustrasi puasa. Freepik

Tips Kontrol Kolesterol saat Puasa dari Ahli Gizi Unair

Pendidikan kolesterol tips & trik UNAIR Ramadan 2022 Puasa 2022
Renatha Swasty • 18 April 2022 13:11
Jakarta: Kolesterol merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi permasalahan umum di tengah masyarakat. Saat bulan puasa seperti saat ini seseorang akan menghabiskan setengah hari tidak makan dan minum sehingga tak jarang seseorang yang puasa mengonsumsi semua yang diinginkan ketika berbuka.
 
Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Stefania Widya Setyaningtyas membagikan tips mengelola kadar kolesterol saat puasa. Yakni, mengelola pola makan selama puasa.
 
“Biasanya kalau di Indonesia itu menu berbuka banyak banget ya. Tapi punya kecenderungan makanan yang manis, bersantan, dan berminyak. Nah, itu yang sebaiknya dihindari oleh penderita yang tinggi kolesterol,” ujar Stefania dikutip dari laman unair.ac.id, Senin, 18 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Stefania menganjurkan untuk mengurangi konsumsi gula berlebihan. Dia menjelaskan mengonsumsi gula berlebihan akan meningkatkan lemak darah.
 
Dia menyebut hal itu akan diubah tubuh menjadi lemak. “Yang perlu dibatasi itu makanan sumber kolesterol. Makanan sumber kolesterol ini biasanya ada di lauk hewani yang berasal dari hewan. Misalnya, susu, daging hewani, dan jeroan. Mungkin bisa pilih menu berbuka dengan kadar kolesterol yang rendah. Misalnya, daging berwarna putih,“ tutur dia.

Batasi sumber lemak

Stefania juga menuturkan semua jenis minuman bebas dipilih asal tidak berasal dari sumber hewani. Dia menegaskan untuk mengontrol kadar kolesterol juga perlu menghindari sumber lemak.
 
“Jadi, sumber lemak ini bisa dari nabati dan hewani. Nah lemak ini ada yang baik dan yang jahat,” tutur dia.
 
Lemak yang baik ialah lemak yang efeknya menurunkan kadar kolesterol. Misalnya, lemak tidak jenuh, lemak omega, biji-bijian, dan minyak yang tidak dipanaskan. Selain itu, untuk menghindari kolesterol sendiri bisa dengan aktivitas fisik dan istirahat cukup.

Membagi waktu makan saat puasa

Pembagian waktu makan saat berpuasa menjadi salah satu faktor agar tubuh tetap fit beraktivitas saat puasa. Stefania menyebut membagi waktu makan perlu memperhatikan porsi dan frekuensi makan.
 
“Pastikan bahwa kebutuhan kita tercukupi dengan makanan yang beragam dan seimbang. Jangan mengonsumsi satu makanan dengan proporsi berlebihan. Misalnya, nasinya banyak lauknya sedikit, banyak minum manis,” ujar dia.
 
Stefania juga mengimbau untuk menyesuaikan kebutuhan makan dengan piring makan. Dalam satu piring itu harus mencakup karbohidrat, protein, dan mineral.
 
Dia juga mengimbau mencegah kondisi dehidrasi dengan porsi minum delapan gelas per hari. Yakni, 2 gelas setelah berbuka, 2 gelas sebelum tarawih, 2 gelas saat malam, dan 2 gelas saat sahur.
 
Baca: Mau Kulit Tetap Sehat dan Glowing Saat Puasa? Simak Tips dari Dokter RS UNS
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif