Purna Adi Cendekia 7 guru besar Undip. DOK Undip
Purna Adi Cendekia 7 guru besar Undip. DOK Undip

Undip Lepas Tujuh Guru Besar yang Masuk Masa Purna Tugas

Renatha Swasty • 05 Juli 2022 16:33
Jakarta: Senat Akademik Universitas Diponegoro (SA Undip) menggelar Sidang Terbuka Purna Adi Cendekia pada 5-6 Juli 2022. Acara dalam rangka memberikan penghargaan kepada tujuh Guru Besar Undip yang resmi memasuki masa purna tugas.
 
Ketujuh Guru Besar tersebut, yakni: Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudono, M.S. dan Prof. Ir. Totok Rusmanto, M.Eng., keduanya dari Fakultas Teknik; Prof. Dr. Suryono, S.Si., M.Si. (Alm) dari Fakultas Sains dan Matematika; Prof. Dr. Sutejo Kuwat Widodo, M.Si. (Alm) dari Fakultas Ilmu Budaya. Lalu, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, M.S.Med., Sp.And. (Alm) dan Prof. dr. Sultana M.H. Faradz, PAK., Ph.D., dari Fakultas Kedokteran; serta Prof. Dr. Ir. Dwi Retno Lukiwati, M.S. dari Fakultas Peternakan dan Pertanian.
 
Acara turut dihadiri Rektor Undip, Ketua Senat Akademik, Ketua Majelis Wali Amanat, Wakil Rektor, Dewan Profesor Undip, Dekan Fakultas/Sekolah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Undip, dan pejabat di lingkungan Undip.

Rektor Undip Yos Johan Utama menyatakan rasa terima kasihnya atas pengabdian ketujuh Guru Besar tersebut. “Saya selaku pribadi dan Rektor mewakili manajemen dan segenap sivitas akademika Universitas Diponegoro mengucapkan terima kasih yang tiada tara atas segala jasa dan pengabdian Guru Besar dalam ikut membangun dan mengembangkan Undip sehingga mencapai tahap yang sangat lebih baik pada saat ini,” kata Yos dikutip dari laman undip.ac.id, Selasa, 5 Juli 2022. 
 
Yos mengungkapkan Guru Besar tersebut telah mengajarkan ilmu kehidupan yang menjadi teladan dalam upaya menjaga integritas sebagai seorang pendidik dan pengajar. Mereka juga mengajarkan sikap tawadhu dalam kehidupan sehari-hari sehingga jauh dari sifat congkak ataupun sombong.
 
“Bersyukurlah kita semua karena para Guru Besar telah memberi teladan upaya yang tiada henti dan bersungguh-sungguh dalam mengembangkan kompetensi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia, menulis buku, penelitian, jurnal internasional,” tutur Yos.
 
Yos menyebut hal-hal yang diberikan Undip pada negara masih kecil dan sangat kurang ketimbang yang telah diberikan Guru Besar bagi bangsa dan negara, khususnya Undip. Namun, para Guru Besar tetap teguh dan setia dalam pendirian tetapnya mengabdikan diri di Undip tanpa mempedulikan atau mengutamakan kepentingan pribadi sendiri.
 
Dia mengatakan ilmu bermanfaat yang telah diberikan Guru Besar telah banyak membantu menyelesaikan berbagai masalah yang menimpa negeri ini. “Insyaallah segala ilmu bermanfaat yang telah para Guru Besar ajarkan, kelak menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya bagi para Guru Besar,” tutur dia. 
 
 

Salah satu Guru Besar Undip yang telah purna tugas ialah Alm Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, M.S.Med., Sp.And. Rektor Undip periode 2006-2010 itu wafat pada 27 Mei 2022 karena sakit. 
Yos mengungkapkan jasa Susilo Wibowo dalam mengembangkan institusi Undip sangat besar. Terutama, penyediaan sarana dan prasarana melalui Islamic Development Bank. 
 
“Berbagai gedung megah fakultas dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) telah menjadi saksi nyata karya dan jasa beliau, di samping juga memberikan landasan utama Undip dalam World Class University (WCU) yang hasilnya telah nampak saat ini,” jelas Yos.
 
Yos menyebut pihaknya juga mengucapkan terima kasih pada keluarga Guru Besar karena telah turut menjaga maqom Guru Besar Undip agar selalu dalam komitmen integritas yang baik. Sebab, Undip meyakini keluarga ialah benteng perlindungan nilai-nilai kebaikan yang akan menjadi pilar utama kesuksesan Undip di kancah nasional maupun internasional. 
 
Acara dibuka oleh Ketua Senat Akademik Edy Rianto. Edy juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian Guru Besar dalam mendedikasikan ilmu dan pengetahuannya selama ini di Undip.
 
“Kami selaku Ketua Senat Akademik dan atas nama segenap anggota Senat Akademik serta sivitas akademika Universitas Diponegoro menyampaikan terima kasih kepada Guru Besar yang selama ini telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam proses pendidikan anak bangsa, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan masyarakat Indonesia,” kata Edy. 
 
Undip tetap membuka kesempatan bagi Guru Besar itu yang ingin tetap mengabdi di Undip melalui jalur kontrak penghargaan. Hal ini dimungkinkan karena menjadi hak Guru Besar yang telah memasuki purna tugas untuk bisa mengabdikan ilmu dan pengetahuannya.
 
Kegiatan Purna Adi Cendekia merupakan sebuah tradisi akademik yang diberikan Undip sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Guru Besar yang telah memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Penghormatan Undip ini diberikan atas segala jasa dan pengabdian Guru Besar selama menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi di Undip. 
Kegiatan ini juga sebagai wujud dari sikap kesantunan Undip dengan memberikan penghormatan terhadap seseorang yang lebih tua dan telah berjasa dalam pengembangan Undip.
 
Baca juga: Undip Tambah 8 Guru Besar, Rektor: Lahirkan Karya Ilmiah dan Jaga Integritas

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan