Seminar bertajuk “Revolusi Industri 4.0 bagi Seniman dan Desainer” yang digelar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha, Maranatha/Humas.
Seminar bertajuk “Revolusi Industri 4.0 bagi Seniman dan Desainer” yang digelar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha, Maranatha/Humas.

Revolusi Industri 4.0

Seniman Hadapi Revolusi Industri 4.0, Siapkah?

Citra Larasati • 15 Februari 2019 06:09
Bandung:   Salah satu ketakutan yang muncul dari era Revolusi Industri 4.0 adalah tergantikannya pekerjaan manusia oleh mesin canggih yang serba otomatis dan cerdas.  Ketakutan ini tidak hanya muncul dari dunia manufaktur saja, tetapi juga merebak di kalangan seniman dan desainer.
 
Apakah seniman dan desainer juga akan terkena dampak revolusi industri 4.0 ini dan bagaimana menyikapinya menjadi pertanyaan yang kerap muncul.  Kegelisahan ini yang coba dijawab dalam seminar bertajuk “Revolusi Industri 4.0 bagi Seniman dan Desainer” sebagai salah satu dari rangkaian acara perayaan Dies Natalis XIV Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha, Sabtu, 9 Februari 2019.
 
Industri 4.0 yang berkaitan dengan elemen-elemen seperti IoT (Internet of Things), AI (Artificial
Intelligence
), robotika, dan big data akan mengubah peta industri yang telah ada. Proses
produksi akan ditangani oleh mesin-mesin otomatis, cerdas, dan saling terkoneksi.

Baca: Maranatha Melepas Tim KKN Tematik "Citarum Harum"
 
Hal ini akan berpengaruh besar pada produktivitas, fleksibilitas, dan efisiensi. Tidak saja hanya pada dunia manufaktur, dampak besar juga akan terasa pada disiplin seni dan desain.
 
“Sebagai contoh, saat ini proses merancang logo atau lay out poster bahkan sudah ada sistem otomatisnya, menggunakan aplikasi. Kita tinggal memasukkan beberapa kriteria, lalu sistem itu secara cerdas mengajukan beberapa alternatif rancangan logo atau lay out dalam waktu yang singkat,” kata Aristama Roesli, Chief Research and Analytics Officer “Sonar”, selaku pembicara.
 
Seniman dan desainer harus mengubah cara kerja mereka, tidak lagi hanya sebagai kreator, tetapi harus bertindak sebagai kurator. Desainer harus berpikir di tingkat high level, kritis, dan kreatif. Desainer tetap harus berfungsi dalam unsur-unsur humanisnya, seperti empati,” ungkap Aristama
 
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan industri 4.0 adalah kolaborasi multidisiplin. Kolaborasi
bidang teknik dengan bidang seni dan desain akan mendukung keberhasilan industri 4.0 di masa depan. 
 
Irena Vanessa Gunawan, Dekan FSRD Maranatha dalam sambutannya menyampaikan Perubahan era industri yang semakin cepat harus diimbangi juga dengan kesiapan dunia pendidikan.
“Perubahan yang begitu cepat menuntut FSRD Maranatha sebagai sebuah intitusi pendidikan untuk lincah mengikuti tuntutan pengembangan konten akademik dan nonakademik," sebutnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan