Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Perancangan Kurikulum Harus Transparan

Pendidikan Kebijakan pendidikan Kurikulum Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 21 September 2020 17:06
Jakarta: Eks Ketua Tim Inti Kurikulum 2013 (Kurtilas) Said Hamid Hasan menyebut, pembahasan terkait kurikulum sama sekali tidak boleh dirahasiakan. Pernyataan ini merespons bocornya draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020 milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
"Bekerjanya semacam satu secret, satu kerja rahasia, tidak boleh bocor. Loh kenapa harus menjadi rahasia? Ini untuk orang banyak kok, kenapa harus rahasia," ujar Said kepada Medcom.id, Senin, 21 September 2020.
 
Ia menerangkan, saat perancangan Kurikulum 2013, semua dilakukan secara transparan. Seluruh pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan dilibatkan, meskipun baru tahap sosialisasi untuk membuat draf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu diangkat dan dibicarakan, didiskusikan. Itu bukan berarti dia menjadi rahasia, dia kita sebut draf satu bulan ini, jadi memang sifatnya terbuka. Kemudian kita sosialisasikan ke setiap perguruan tinggi, kemudian ke setiap wilayah," jelasnya.
 
Baca: FSGI: Penyusunan Kurikulum Baru Butuh Proses Panjang
 
Said menambahkan, proses perancangan juga disertai pembukaan ruang diskusi secara daring. Said bersama tim perancang yang terdiri dari tim pengarah, tim pusat kurikulum dan buku (Puskurbuk), hingga pemangku kepentingan lainnya membuat website untuk menampung aspirasi seluas-luasnya.
 
"Waktu itu lebih dari 20 ribu masukan. Kita lapangkan konsep itu berdasarkan masukan. ada yang memang tidak kita terima karena tidak berkesesuaian dengan masalah yang ada. Tapi banyak kita terima, dan kita komunikasi," terang Said.
 
Dia khawatir jika penyederhanaan Kurikulum 2013 dilakukan tertutup, maka hasilnya tidak ideal dan bisa jadi merugikan dunia pendidikan. Pun ketika ingin menyederhanakan, Said meminta harus ada kejelasan terkait apa yang ingin disederhanakan dari kurikulum yang ada. Harus ada pula evaluasi yang komprehensif.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif