NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

KPAI: Libur Sekolah Bukan untuk Nge-mal

Pendidikan Virus Korona
Ilham Pratama Putra • 16 Maret 2020 14:42
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mewanti-wanti siswa agar tak menyalahgunakan instruksi belajar di rumah. Nonaktifnya kegiatan belajar di sekolah bukan berarti siswa boleh bepergian ke mall.
 
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyebut, libur 14 hari itu harus digunakan untuk social distancing. Jika tidak, pencegahan virus korona atau atau coronavirus disease (covid-19) akan sia-sia.
 
"Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan-jalan, masuk kumpulan orang ke mal dan di hari ke 10 dia terlular," Kata Retno dalam keterangannya, Senin 16 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:KPAI: Beri Sanksi Sekolah yang Tak Meliburkan Siswa
 
Disaat ia tertular pada hari ke 10, maka pada hari ke-5, dia masuk sekolah dengan membawa virus. Potensi siswa terpapar masuk sekolah kian besar, sebab pada hari ke-5 tak ditemukan gejala.
 
"Tubuhnya berpotensi menularkan, andai dia masuk sekolah pada hari ke 15 dan seterusnya," terang Retno.
 
Untuk itu sosialisasi dinas pendidikan maupun sekolah harus gencar. Sekolah harus memberi pemahaman makna libur 14 hari tersebut selain belajar di rumah.
 
"Misalnya mengapa harus diliburkan selama 14 hari, apa dampaknya jika tidak diliburkan," lanjutnya.
 
Menuturnya pihak sekolah harus memahami betapa pentingnya libur selama 14 hari tersebut. Menurut Retno, 14 hari itu akan mampu menghentikan laju penularan covid 19 demi menyelamatkan ribuan orang.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif