Jakarta: Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengatakan, jumlah kampus yang membuka program S2 terapan di Indonesia terus bertambah. Ia berharap, kampus-kampus tersebut dapat mengembangkan joint degree dengan magister terapan di kampus luar negeri.
Salah satunya untuk program S2 Terapan Sistem Informasi Akutansi yang baru dibuka Politeknik Negeri Padang (PNP). “S2 Terapan Sistem Informasi Akuntansi ini bisa mengembangkan program Joint Degree dengan S2 terapan Jerman, S2 terapan di Taiwan. S2 terapan di Korea Selatan,” kata Wikan, saat peluncuran Program S2 Terapan Sistem Informasi Akuntansi Politeknik Negeri Padang (PNP), Jumat, 29 Mei 2020.
Baca juga: PNP Buka Program Magister Terapan Sistem Informasi Akuntansi
Hal ini, lanjut Wikan, harus dilakukan. Untuk itu, ia mengajak direktur politeknik dan rektor universitas yang mempunyai program S-2 terapan untuk menjodohkan dengan S2 terapan di Jerman.
“Kalau perlu kita makcomblangin. Kita nikahkan dengan Jerman. Bisa rencanakan perjodohan massal, termasuk politeknik internasional di Jerman,” ujarnya.
Dengan begitu, kata Wikan, anak-anak Indonesia yang ingin menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan tidak ragu untuk memilih vokasi. Terlebih ada peluang untuk melanjutkan studi di luar negeri.
“Karena vokasi menawarkan dunia kerja dan vokasi di dunia kampus pun bisa bisa sampai ke S2 terapan, bahkan ke luar negeri S2 terapan di Indonesia ini ditandai dengan S2 terapan di Jerman,” ungkapnya.
Baca juga: Strategi Pembelajaran Kampus Vokasi di Tahun Ajaran Baru
Hari ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka program Pascasarjana (S2) Terapan di empat Politeknik Negeri untuk menjawab tantangan zaman. Program Magister Terapan ini diterapkan dengan menggunakan model Rekayasa Teknologi Berbasis Penyelesaian Permasalahan atau Engineered Technology Based Problem Solving.
Wikan menyebut, Kemendikbud terus mendorong agar seluruh prodi vokasi mulai dari level pendidikan menengah (SMK), level undergraduate (D1, D2, D3 dan Sarjana Terapan) sampai dengan level postgraduate (Magister/S2 Terapan dan Doktor/S3 Terapan) dapat membangun link and match dengan industri.
"Yang menurut Mendikbud diistilahkan 'pernikahan massal' antara dunia pendidikan dengan dunia kerja," kata Wikan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan