Jumpa Pers Peluncuran Program Penanaman Nilai Pancasila sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa.  Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Jumpa Pers Peluncuran Program Penanaman Nilai Pancasila sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Kemendikbud Pertajam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas

Pendidikan pancasila Pendidikan Karakter
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Juli 2019 17:16
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, tengah menyempurnakan mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Penyempurnaan ini merupakan rekomendasi dari hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan (litbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
"Setelah dievaluasi, mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) kita satukan dengan kewarganegaraan, ternyata menjadi tidak fokus. Terutama di dalam hal pemahaman yang mendalam soal pancasila," kata Muhadjir saat jumpa pers di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.
 
Akibatnya guru lebih fokus pada penyajian berupa pengetahuan, bukan pembentukan sikap."Itu rencananya, akan kita pisah antara kewarganegaraan dan PMP. Pendidikan pancasila akan betul-betul fokus pada penanaman nilai pembentukan karakter," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut Muhadjir menjelaskan, rencana tersebut bukan untuk kembali ke model lama. Melainkan untuk memperbarui strategi pembelajaran.
 
"Core kurikulumnya, pendekatannya, terutama berkaitan dengan proses belajar mengajar, bagaimana agar siswa lebih sebagai subjek didik. Tidak menjadikan mereka sebagai objek atau sekadar peserta dalam penanaman nilai pancasila. Karena penanaman itu sebenarnya bukan guru, tapi anak," imbuhnya.
 
Baca: Kemendikbud Luncurkan Program Penanaman Nilai Pancasila di Sekolah
 
Terkait "pemisahan" PMP dan Kewarganegaraan, Muhadjir mengatakan, bukan memisahkan dalam artian membuat mata pelajaran baru maupun kurikulum baru. Tapi lebih kepada pembobotan.
 
Muhadjir menjelaskan, siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMP akan lebih banyak menerima penanaman nilai-nilai Pancasila. Sementara tingkat lanjut akan lebih banyak menerima pelajaran kewarganegaraan.
 
"Sedang kami pertimbangkan untuk kewarganegaraan itu diberikan kepada anak-anak jenjang lanjut, misalnya SMP kelas 3, SMA kelas 3, SMK kelas 3. Sedangkan penanaman nilai Pancasila mulai dari PAUD sampai SMP kelas 2. Jadi begitu. Jadi tidak ditambah mata pelajarannya, tapi sekuens dan core (kurikulum) ditambah," jelasnya.
 
Muhadjir mengungkapkan hasil penyempurnaan tersebut akan dimulai pada tahun ajaran baru 2019/2020 ini. Sekaligus melihat kesiapan guru pengampu mata pelajaran.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif