Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud), Totok Suprayitno. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud), Totok Suprayitno. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Kemendikbud Luncurkan Program Penanaman Nilai Pancasila di Sekolah

Pendidikan Pendidikan Karakter Kurikulum Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Juli 2019 16:15
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkanProgram Penanaman Nilai Pancasila sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa. Program ini merupakan hasil dari revitalisasi penanaman nilai pancasila, yang akan lebih menekankan pembudayaan nilai Pancasila di sekolah.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud), Totok Suprayitno mengatakan, terjadi stagnasi dalam penanaman nilai pancasila di sekolah. Saat ini, kata Totok, penanaman nilai pancasila seolah hanya sebatas di mata pelajaran, berhenti di ruang kelas dan ujian.
 
Padahal berdasarkan tujuan kurikulumnya, penanaman nilai pancasila juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Harus melampaui informasi, melampaui pengetahuan, ruang kelas, bahkan melampaui sekolah," kata Totok dalam peluncuran Program Penanaman Nilai Pancasila sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu diluncurkan Program Penanaman Nilai Pancasila sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa. Program itu merupakan hasil dari revitalisasi penanaman nilai pancasila, yang akan lebih menekankan pembudayaan nilai Pancasila.
 
"Sesuai arahan pak menteri (Mendikbud Muhadjir Effendy), revitalisasi penanaman bagaimana cara anak-anak diajarkan , dididik pancasila di sekolah-sekolah. Maka muncul ide penanaman pancasila, menekankan pada pembudayaan nilai nilai Pancasila," ujar Totok.
 
Baca:Gagasan Jokowi Pelajaran Pancasila Dibuat Kekinian Menarik
 
Nantinya, guru pengampu pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) akan menjadi tokoh utama dalam pelaksanaannya. Selain guru PPKN, semua guru mata pelajaran lain ujarnya, juga mempunyai tanggung jawab moral yang sama untuk menanamkan nilai-nilai tersebut saat mengajar.
 
"Sesuai arahan, tidak sekadar miliknya PPKN, tetapi semua guru, semua pendidikan, memiliki tanggung jawab moral untuk melaksanakan penanaman nilai-nilai pancasila," ujarnya.
 
Totok mengatakan, program ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Mulai dari BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Kementerian Agama, Bappenas dan Kemenristekdikti. Selain itu, bersama dengan pakar dari Universitas Negeri Malang, Universitas Pancasila, Universitas Pendidikan dan Universitas Gadjah Mada.
 
"Ini merupakan awal saja, akan berlanjut pada strategi implementasi di sekolah masyarakat," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif