Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama Universitas Indonesia (UI), Dedi Priadi. Medcom.id/Intan Yunelia.
Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama Universitas Indonesia (UI), Dedi Priadi. Medcom.id/Intan Yunelia.

Akademisi UI Tak Takut Bersaing dengan Rektor Asing

Pendidikan Pendidikan Tinggi Rektor Asing
Intan Yunelia • 23 Juli 2019 11:23
Depok: Wacana Presiden Joko Widodo yang disampaikan Menristekdikti, Mohamad Nasir untuk mengundang akademisi asing menjadi rektor dan dosen di Indonesia menuai pro dan kontra di kalangan akademisi. Sebagai salah satu kampus terbaik di Tanah Air, Universitas Indonesia justru merasa tertantang untuk berkompetisi, jika sampai wacana tersebut jadi digulirkan.
 
“Boleh (keputusan rektor dan dosen asing). Menurut saya UI kelasnya sudah world class saya pikir bisa bersainglah dengan profesor-profesor luar negeri yang ingin menjadi rektor (di UI),” kata Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama Universitas Indonesia (UI), Dedi Priadi di Auditorium UI, Depok, Jawa Barat, Senin 22 Juli 2019.
 
UI, kata Dedi, tak menutup pintu, bahkan membuka ruang bagi sivitas akademika asing berkarir. Namun dengan catatan, sepanjang rektor asing mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia terkait pemilihan rektor (pilrek).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini, salah satuaturan syarat calon rektor UI adalah memewajibkan pendaftar merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). “Sistem pemilihan rektor kan sudah terbuka. Mau di luar atau di dalam negeri boleh. Cuma untuk saat ini perekrutan rektor belum boleh , karena syaratnya masih WNI. Masih belum ada peraturan yang mendukungnya untuk profesor luar negeri bisa jadi rektor di UI,” ujar Dedi.
 
Perlu aturan dan regulasi baru jika ingin merekrut rektor asing. Jika aturan baru terbit tak menutup kemungkinan rektor selanjutnya bisa dari luar negeri.
 
Baca:Nasir Sisir Regulasi Penghalang Masuknya Rektor Asing
 
UI semakin tertantang dengan adanya keterlibatan dari rektor dan dosen-dosen yang sudah mumpuni dalam perekrutan. “Kita punya guru besar yang banyak. Lalu track record-nya sudah banyak tapi tidak tertutup kemungkinan bisa saja (terpilih rektor asing),” ujarnya.
 
Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, segera mencabut beberapa peraturan yang menjadi penghalang bagi perguruan tinggi Indonesia mendatangkan rektor asing. Kebijakan itu diambil karena Presiden Joko Widodo berkeinginan rektor asing bisa diberi kesempatan memimpin perguruan tinggi di Indonesia pada 2020.
 
"Saya akan mapping-kan dulu. Saya akan cabut beberapa peraturan dan Pemerintah juga akan sederhanakan. Supaya bisa memberi kesempatan rektor bisa masuk dari luar negeri," kata Nasir, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 22 Juli 2019.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif