Salah satunya, Erma Astuti Lay, wisudawan asal Fakultas Keperawatan (FKp). Erma meninggal dunia pada Februari 2024 karena sakit yang diderita.
Sang bibi, Mardiah Sya’ban, mewakili keluarga menerima ijazah Erma. Ijazah diserahkan langsung oleh Rektor Unair Mohammad Nasih.
Mardiah mengungkapkan semasa hidup Erma merupakan keponakan yang baik. Bahkan, ia terkenal memiliki semangat belajar tinggi.
“Semangat yang Erma miliki sangat tinggi, dia jauh-jauh datang dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Surabaya hanya untuk belajar,” kenang Mardiah dikutip dari laman unair.ac.id, Senin, 4 Maret 2024.
Erma merupakan mahasiswa jalur alih jenis FKp Unair. Dia juga peraih beasiswa dari Kementerian Kesehatan.
Mardiah mengucapkan terima kasih kepada Unair karena telah memberikan ruang bagi Erma untuk belajar. Dia berharap meski raga Erma telah tiada, tapi semangatnya dalam belajar bisa menjadi teladan bagi orang lain.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih karena telah menerima Erma dan memberikan kesempatan untuk belajar,” tutur dia.
Maria Yanuaria Thein, menceritakan sahabatnya Erma merupakan sosok yang baik dan mandiri. Maya panggilan akrabnya mengungkapkan, ia mengenal Erma sejak kuliah bersama di Poltekkes Kemenkes Kupang, mereka lulus bersama pada 2016.
“Erma itu orangnya mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain. Sebisa mungkin dia kerjakan sendiri tanpa meminta bantuan orang lain,” ungkap dia.
Maya yang juga wisudawan FKp Unair Periode 241 menyebut Erma merupakan sosok yang sangat tekun dalam belajar. Hal ini terbukti saat Erma tengah mengandung anak keduanya, meski berbarengan dengan pengerjaan skripsi ia tetap bisa menyelesaikannya dengan baik.
“Erma itu orang yang disiplin saat mengerjakan skripsi, dia merupakan orang pertama yang berhasil menyelesaikan skripsi di antara teman seangkatan,” ungkap dia.
Kini, momen-momen menghabiskan waktu bersama hanya menjadi kenangan yang akan abadi dalam benak Maya. Salah satu momen yang tak akan Maya lupakan saat Erma mengajaknya melanjutkan pendidikan dan hijrah ke Surabaya.
“Saya kuliah di Unair diajak oleh Erma lalu kami pergi ke Surabaya dan tinggal satu rumah. Ketika ada yang ulang tahun akan selalu kami rayakan bersama dengan berkumpul dan makan-makan. Momen ini yang akan selalu dirindukan,” kenang dia.
| Baca juga: 1.069 Lulusan Wisuda dari Unair, Ini 3 Pesan Penting Rektor |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News