Fenomena El Nino Godzilla bukan klasifikasi resmi dalam meteorologi. Melainkan, istilah populer untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat dan tidak biasa.
Istilah ini merujuk pada kekuatan El Nino yang luar biasa besar, yang jika berpadu dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, dapat memicu kekeringan yang jauh lebih panjang dan gersang dari biasanya. Memahami fenomena ini menjadi krusial di tengah ketidakpastian iklim global saat ini.
Berikut hal-hal yang mesti diwaspadai terkait Fenomena El Nino Godzilla:
Apa Itu El Nino Godzilla?
El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Permukaan Laut (SPL) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Disebut sebagai "Godzilla" ketika kenaikan suhu tersebut mencapai angka ekstrem (biasanya di atas 2 hingga 3 derajat Celcius) dan bertahan dalam waktu cukup lama.Kekuatan "Godzilla" ini merujuk pada besarnya energi panas yang dilepaskan ke atmosfer. Kemudian, mengganggu pola cuaca global secara masif dan merusak tatanan musim yang biasanya teratur.
“El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Fenomena El Nino, termasuk potensi variasi kuat ("Godzilla"), menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering,” tulis informasi di akun Instagram Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) @brin_indonesia dikutip Senin, 13 April 2026.
Penyebab El Nino Godzilla
Fenomena El Nino Godzilla dipicu melemahnya angin pasat yang biasanya bertiup dari timur ke barat di sepanjang ekuator. Saat angin ini melemah atau berbalik arah, air hangat dari Pasifik Barat mengalir kembali ke arah Amerika Selatan.Akumulasi panas yang luar biasa besar ini, yang sering kali diperparah oleh pemanasan global (akibat emisi gas rumah kaca). Hal ini menciptakan El Nino dengan kekuatan raksasa yang sulit diprediksi.
Sejarah El Nino Godzilla
Fenomena El Nino Godzilla pernah terjadi pada tahun 1982, 1997, dan 2015. Hal ini berdampak besar secara global seperti kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan.Ketika El Nino terjadi pada 2023, produksi beras nasional turun lebih dari 0,44 juta ton dan sekitar 23.451 hektare lahan sawah terdampak kekeringan.
Fenomena El Nino Godzilla di tengah hujan
Wilayah Indonesia diprediksi bakal menghadapi fenomen El Nino Godzilla. Namun, sejumlah wilayah Indonesia masih sering diguyur hujan.Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan fenomena tersebut merupakan hal wajar dalam dinamika iklim. Apalagi saat ini Indonesia masih berada pada masa peralihan musim.
“Karena ini masih pancaroba, dan awal musim juga tidak seragam di semua wilayah Indonesia,” ujar Sonni dikutip Senin, 13 April 2026.
Dia menuturkan hujan yang masih turun tidak serta-merta menandakan prediksi keliru. Menurut dia, indikasi menuju kemarau panjang tetap terlihat berdasarkan adanya tren (kecenderungan) suhu muka laut yang meningkat di Samudera Pasifik.
Kondisi tersebut menjadi sinyal awal berkembangnya fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia pada saat musim penghujan. Bahkan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang.
“Diprediksi demikian, dengan durasi sekitar enam bulan,” ujar dia.
Dampak El Nino Godzilla
Sebagai negara agraris dan kepulauan, Indonesia menjadi salah satu wilayah paling terdampak oleh El Nino Godzilla. Beirkut beberapa dampak utamanya:1. Kekeringan panjang
Curah hujan akan berkurang drastis di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini memicu penurunan debit air di bendungan dan sungai.2. Krisis pertanian dan gagal panen
Sektor pertanian menjadi yang paling terpukul. Kurangnya air menyebabkan tanah retak dan tanaman pangan, seperti padi, gagal tumbuh, yang berpotensi meningkatkan harga pangan nasional.3. Kebakaran hutan dan lahan
Kondisi lahan yang kering kerontang membuat hutan sangat mudah terbakar. Hal ini memicu bencana kabut asap yang tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga mengganggu mobilitas transportasi udara.4. Gangguan ekosistem laut
Pemanasan suhu laut dapat memicu pemutihan karang (coral bleaching). Hal ini dapat merusak habitat ikan dan menurunkan hasil tangkapan nelayan.Pemerintah dan masyarakat perlu melakukan langkah mitigasi sejak dini menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini. Seperti penghematan penggunaan air bersih, penyesuaian kalender tanam bagi petani, serta penguatan pengawasan terhadap wilayah hutan yang rawan terbakar.
Indonesia diharapkan dapat meminimalisir risiko buruk yang dibawa oleh fenomena El Nino Godzilla dengan pemahaman baik dan persiapan matang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News