Permenristekdikti nomor 55 Tahun 2018 Diteken

Organisasi Ekstra Boleh Masuk Kampus Lagi

Citra Larasati 29 Oktober 2018 17:47 WIB
OKP Masuk Kampus
Organisasi Ekstra Boleh Masuk Kampus Lagi
Menristekdikti, Mohamad Nasir bersama Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus, usai peluncuran Permenristekdikti Nomor 55 tahun 2018, di Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengeluarkan Permenristekdikti nomor 55 tahun 2018.  Aturan baru ini memberi lampu hijau kepada organisasi ekstra kampus atau Organisasi Kemsyarakatan dan Pemuda (OKP) untuk dapat kembali berkegiatan di kampus.

Permenristekdikti tersebut berisi tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. "Saya telah mengeluarkan permenristekdikti nomor 55 tahun 2018," kata Nasir saat Peluncuran Permenristdekdikti nomor 55 tahun 2018, di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018.


Salah satu pasal krusial dalam Permenristekdikti tersebut adalah, pasal 1 yang berisi, "Perguruan tinggi bertanggungjawab melakukan pembinaan ideologi bangsa, NKRI, UUD  dan Bhinneka Tunggal Ika melalui kokurikuler, intrakurikuler, maupun ekstrakurikuler." 

Penerapannya, perguruan tinggi dapat membentuk organisasi yang berkaitan dengan ideologi bangsa untuk mewadahi sejumlah organisasi ekstra kampus yang selama ini dilarang masuk dan berkegiatan di dalam kampus.  Organisasi tersebut nantinya dapat berbentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pembinaan Ideologi Bangsa (UKM PIB).  

Di dalam UKM PIB itu, berisi perwakilan dari masing-masing organisasi ekstra kampus.  "Masing-masing organisasi ekstra kampus satu perwakilan," terang Nasir. 

Baca: Radikalisme di Kampus Imbas Kebijakan Pendidikan Era Orde Baru

UKM PIB ini nantinya dapat menjadi jalan tengah bagi organisasi ekstra kampus, untuk berkegiatan di dalam kampus, sepanjang kegiatan tersebut berkaitan dengan tema PIB.   Bahkan kata Nasir, akan disediakan anggaran pembinaan ideologi bangsa di dalam kampus melalui UKM PIB tersebut.

"Agar kita selama di kampus terbebas dari radikalisme, intolernasi. Jangan sampai kampus sebagai ajang membina mendidik radikalisme.  Organisasi ekstra kampus dapat menuangkan idenya tentang pembinaan ideologi kebangsaan melalui UKM PIB ini," tutup Nasir.   

Untuk diketahui, organisasi mahasiswa di Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni organisasi internal dan eksternal kampus.  Organisasi internal kampus adalah organisasi mahasiswa yang melekat pada pribadi kampus atau universitas, dan memiliki kedudukan resmi di perguruan tinggi.  Bentuknya bisa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa, Senat mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan para Ketua Tingkat.  

Sedangkan Organisasi Eksternal kampus merupakan organisasi yang aktivitasnya berada diluar lingkup perguruan tinggi.  Salah satu contohnya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan lainnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id