Menristek, Bambang Brodjonegoro.  Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Menristek, Bambang Brodjonegoro. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Menristek Usulkan Kemendikbud Adopsi Sistem Pembelajaran JIS

Pendidikan Metode Pembelajaran
Intan Yunelia • 16 Januari 2020 17:29
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi (Menristek)/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoromengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengadopsi sistem pembelajaran yang diterapkan diJakarta Intercultural School (JIS). Sekolah ini menerapkan sistem pendidikan 4.0 berbasisScience, Technology, Engineering, Art and Mathematics (STEAM).
 
Menurut Bambang, dengan model STEAM dan fasilitas pendukungnya akan menghasilkan SDM yang berkualitas dan siap untuk menghadapi tantangan apa saja ke depannya."Tidak harus di tiap sekolah tapi menggunakan yang namanya fasilitas bersama. Sehingga tiap sekolah bisa benar-benar memanfaatkan adanya pemahaman mengenai Revolusi Industri 4.0 sejak dini," tutur Bambangusai menghadiri Education 4.0 di Jakarta Intercultural School (JIS), Cilandak, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
 
?JIS, dalam hal ini sudah terlebih dahulu mengadopsi pengajaran STEAM. Pembelajaran ini bertujuan untuk melahirkan pemimpin masa depan yang siap untuk mewujudkan Indonesia 4.0 sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2030.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang juga mengatakan, kehadiran revolusi industri 4.0 harus diperkenalkan sejak dini kepada siswa sekolah, baik di jenjang SMA, bahkan SMP. Hal ini penting, agar mereka tidak terkejut saat kelak menghadapi dunia yang berubah cepat.
 
"Para siswa harus dibiasakan sejak sekarang untuk bisa mengantisipasi masa depannya. Seperti pendekatan di JIS ini bisa menjadi contoh prototipe yang baik untuk sekolah lain di Indonesia. Untuk membiasakan student-nya atau siswanya berinteraksi dengan kemajuan teknologi," kata Bambang.
 
Perubahan zaman dengan teknologi secepat ini tak terbayangkan puluhan tahun lalu. Peserta didik mulai dari SMP sekarang ini harus diperkenalkan dengan Revolusi Industri 4.0, agar mereka bisa memprediksi jenis pekerjaan di masa depan.
 
"Kita juga harus sadar bahwa siswa-siswa SMP dan SMA hari ini ketika mereka ke Universitas nantinya masuk ke pasar kerja dan akan benar-benar berhadapan dengan kondisi yang barangkali sangat berbeda dengan yang kita hadapi saat ini," ujar Bambang.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah JIS, Tarek Razi mengatakan, dengan menggunakan STEAM berpotensi mempercepat Indonesia menembus 10 kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2030.Pendidikan 4.0, kata Tarek juga sarat dengan pemanfaatan teknologi, sehingga dunia pendidikan Indonesia akan bergerak lebih cepat untuk mempersiapkan SDM unggul.
 
"Sejalan dengan visi dan misi Indonesia 4.0, JIS juga memiliki komitmen besar untuk meraih cita-cita tersebut. Kami berperan aktif dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui program STEAM yang sesuai dengan konsep Education 4.0," kata Tarek Razik.
 
Menurutnya, pengajaran STEAM dengan pendekatan pendidikan dengan ilmu pengetahuan mendorong anak dapat berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, siap menjadi warga global dan komunikator, kolaborator, pemimpin, kreator dan wirausaha.
 
"Dengan menerapkan program STEAM, JIS siap melahirkan para pemimpin masa depan yang dapat memahami tujuan pembangunan berkelanjutan dan mengaplikasikan kompetensi global," ujar Tarek.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif