Tangkap layar petisi minta Mendikbud Nadiem copot Rektor Unnes
Tangkap layar petisi minta Mendikbud Nadiem copot Rektor Unnes

Petisi Minta Nadiem Copot Rektor Unnes, Ada Apa?

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Maret 2021 12:06
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim diminta mencopot Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fathur Rokhman.  Sang rektor dinilai terbukti melakukan plagiarisme .
 
Permintaan ini diajukan melalui petisi berjudul 'Mas Menteri, Copot Rektor Unnes yang Plagiat!' di situs petisi daring, Change.org, oleh Koalisi Mahasiswa Tegakkan Integritas Akademik. Dalam petisi tersebut, mereka menjelaskan bahwa hasil kajian Tim Akademik Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) disertasi yang ditulis Fathur Rokhman pada 2003 telah terbukti merupakan plagiat atas skripsi mahasiswa bimbingannya pada 2001.
 
Berikut poin-poin petisi mereka agar Nadiem mencopot Rektor Unnes:

1. Terbukti Plagiat

Hasil kajian akademik KIKA yang disusun dalam bentuk monografi tersebut menyatakan secara tegas bahwa disertasi yang ditulis oleh FR pada tahun 2003 telah terbukti memplagiat skripsi tahun 2001.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Koalisi Mahasiswa Tegakkan Integritas Akademik ini membeberkan berdasarkan kajian KIKA terlihat adanya  inkonsistensi dalam disertasi FR. Artinya, disertasi itu memang ditulis oleh lebih dari satu orang.
 
Selain itu, tim juga menemukan di draf disertasi FR yang katanya ditulis tahun 2000, terdapat pustaka yang ditulis tahun 2001 dan selipan halaman yang dicetak pakai laser printer, teknologi yang baru ada bertahun-tahun setelahnya.

2. Plagiat Karya Mahasiswa Bimbingan

Mereka menegaskan bahwa disertasi yang diplagiat merupakan karya mahasiswa bimbingannya sendiri, yaitu RS dan NY.
 
“Parahnya, keduanya adalah mahasiswa bimbingan FR sendiri di Fakultas Bahasa dan Seni UNNES,”" elas petisi tersebut.

3. FR Seolah Dilindungi

Mereka menduga bahwa dengan manuver politik FR terbebas dari pencopotan. Salah satu nya adalah saat itu Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M. Nasir tidak proaktif dalam menangani kasus plagiarisme FR.
 
“Hingga saat ini FR diduga terus memanfaatkan hubungan-hubungan kekuasaan dengan melakukan proses negosiasi yang bersifat politis. Buktinya, M. Nasir selaku Menristekdikti (2014-2019) tidak proaktif dalam menangani kasus plagiarisme FR dan bahkan cenderung melindungi FR lewat beberapa pernyataannya di media massa,” sebutnya.
 
Selain itu, Rektor UGM juga mengeluarkan keputusan untuk menggugurkan dugaan plagiarisme FR, dengan mengabaikan hasil kajian DK UGM.
 
“Ini juga patut dicurigai sebagai sebuah persekongkolan yang tak lepas dari konsolidasi kekuasaan antara pejabat kampus. Makanya, enggak heran jika kasus plagiarisme FR berlarut-larut penyelesaiannya hingga hari ini," ujarnya.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif