Kampus ITB. Foto: Dok. ITB
Kampus ITB. Foto: Dok. ITB

ITB Rancang Kebijakan Terbaru Bidikmisi dan KIP-K

Citra Larasati • 10 November 2021 08:39
Jakarta:  Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah merancang penyesuaian kebijakan terbaru program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk mempersiapkan penerima beasiswa unggul.  Kebijakan tersebut berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) No. 2 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi.
 
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Jaka Sembiring mengatakan, bahwa penerima beasiswa KIP-K tidak diperbolehkan untuk mendaftar beasiswa lain yang bersumber dari dana manapun.  "Hal ini berlaku bagi seluruh angkatan," kata Jaka, dalam Bincang Bidikmisi 2021 dikutip dari laman ITB, Selasa, 9 November 2021.
 
Adanya kenaikan uang saku bagi penerima KIP-K tahun 2021 tidak berlaku bagi angkatan sebelumnya.  Baik penerima KIP-K maupun Bidikmisi, yang disebabkan oleh tidak adanya anggaran dana di Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini tetap berlaku meskipun nantinya perkuliahan akan dilaksanakan secara luring.  Kemudian berkaitan dengan asuransi kesehatan, kata Jaka, tidak akan ada pemberian asuransi kesehatan secara khusus bagi para penerima KIP Kuliah karena seluruh mahasiswa ITB memang sudah diwajibkan memiliki asuransi kesehatan, seperti BPJS Kesehatan.
 
Mengenai mahasiswa eks-Bidikmisi yang mendapat keputusan, BPP tidak sesuai dengan kemampuan setelah mengajukan Beasiswa UKT dan/atau peninjauan ulang dapat melakukan pengecekan ulang dan melaporkan pada pihak ITB.  Mahasiswa eks-Bidikmisi dapat menginformasikan melalui esai pengajuan Beasiswa UKT dan disertai surat keterangan yang mendukung.
 
Baca juga:  Tahun Ini, ITB Kembali Raih Predikat Badan Publik Informatif
 
Sementara itu Direktur Pendidikan ITB, Arief Haryanto mengatakan, terkait kebijakan untuk KIP-K non-mandiri tahun 2022 diperkirakan masih sama dengan tahun sebelumnya dan KIP-K jalur mandiri tahun 2022 tetap akan dibuka.  “Hal ini sudah menjadi komitmen ITB untuk memberikan kesempatan bagi seluruh kalangan dalam mengakses pendidikan,” ungkap Arief.
 
Jaka dalam sambutannya mengatakan, ITB akan mengupayakan untuk tetap memberikan kualitas dan akses pendidikan yang terbaik untuk seluruh talenta Indonesia. Selain itu, ITB juga berkomitmen bagi mahasiswa S1, yaitu zero dropout karena masalah ekonomi dan akan membantu mahasiswa yang terkendala secara finansial.
 
Terkait kebijakan Bidikmisi dan KIP-K, ia menyatakan bahwa tidak ada perubahan kebijakan untuk angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021.  Jaka melanjutkan, dalam 2 hingga 6 tahun terakhir, ITB berhasil meraih nilai tinggi dalam akuntabilitasnya, yang telah diperiksa oleh berbagai pihak, seperti BPK ataupun akuntan publik independen.
 
Pemeriksaan ini tidak lepas dari pengelolaan KIP-K. Oleh karena itu, prestasi ini harus dipertahankan dengan mematuhi peraturan yang ada.
 
Demi mewujudkan manusia yang kompeten, inovatif, amanah, dan memiliki perilaku yang baik, ITB berupaya untuk meningkatkan tata kelola, menciptakan sistem multikampus yang semakin baik dan terintegrasi, dan memanfaatkan teknologi mutakhir. ITB juga merancang pola pembinaan mahasiswa yang integratif dan inklusif untuk dapat menjamin mahasiswa yang unggul dan sukses di masa mendatang.
 
"Semua mahasiswa ITB diterima dengan cara yang sama, mendapat pendidikan dan pengajaran yang sama, sehingga perlu mendapat bimbingan yang sama," ungkapnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif