Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pascabencana Alam Sumatera 2025. DOK Kemendiktisaintek
Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pascabencana Alam Sumatera 2025. DOK Kemendiktisaintek

PTN Didorong Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatra Lewat Konsorsium

Renatha Swasty • 15 Januari 2026 18:03
Jakarta: Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mendorong pembentukan konsorsium perguruan tinggi negeri terkait penanganan pascabencana di Sumatra. Fauzan mengatakan konsorisum merupakan kebutuhan mendesak agar kontribusi perguruan tinggi tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan terintegrasi dan berdampak nyata. 
 
Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pascabencana Alam Sumatera 2025 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta pada Rabu, 14 Janauri 2025. Rapat dihadiri perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). 
 
“Bencana yang terjadi di Sumatra tidak bisa ditangani secara parsial. Kita butuh konsorsium agar kepakaran, riset, dan sumber daya perguruan tinggi bisa digerakkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Fauzan melalui keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari 2026. 

Pemerintah tengah menyiapkan kerangka pemulihan dan rekonstruksi nasional melalui pembentukan satuan kerja khusus sesuai keputusan presiden dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp60 Triliun. Ini akan dialokasikan berbasis rencana aksi dan penguatan ekosistem akademik nasional.
 
Oleh karena itu, pemetaan wilayah kritis, pengorganisasian kepakaran dan penguatan basis data ahli kebencanaan dari perguruan tinggi menjadi krusial. “Saat ini sudah terdata puluhan pakar kebencanaan lintas kampus yang siap turun langsung, dan konsorsium ini akan membantu kami mendelegasikannya,” ujar Fauzan.
 
Salah satu program yang diperkenalkan adalah 'Mahasiswa Berdampak' yang mengintegrasikan kegiatan KKN dengan pendanaan proposal mahasiswa agar terlibat langsung dalam proses pemulihan di daerah terdampak. Total anggaran mencapai Rp18 miliar hingga Rp20 miliar kepada 150 proposal dengan pendanaan maksimal Rp120 juta/proposal. 
 
Fauzan juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif, termasuk melalui media nasional dan konten edukasi. Hal ini agar pemulihan dapat dipahami dan didukung oleh masyarakat luas.
 
Sekretaris Jenderal MRPTNI Muryanto Amin menegaskan pembentukan konsorsium ini sebagai tindak lanjut dari berbagai diskusi antar pimpinan perguruan tinggi sebelumnya. “Kita ingin memastikan kerja perguruan tinggi pascabencana ini punya acuan bersama yang sudah ada. Perlu ada rule book, komitmen, dan pembagian peran yang jelas, supaya upaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat," ujar dia.
 
Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menyampaikan komitmen UI mendukung penanganan bencana melalui berbagai program yang telah dijalankan secara berkelanjutan. “Selama lebih dari satu dekade, UI telah terlibat dalam respons kebencanaan melalui program UI Peduli. Pengalaman ini kami bawa untuk memperkuat kerja konsorsium, khususnya di bidang kesehatan, teknik, dan sosial,” ujar dia. 
 
Heri juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat terdampak bencana. Termasuk, kemudahan akses dan pendampingan administrasi pendidikan bagi peserta didik. 
 
“Pemulihan tidak hanya soail infrastruktur, tetapi memastikan anak-anak dan generasi muda tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka dengan baik," ujar dia. 
 
Melalui konsorsium yang dihadiri oleh rektor, wakil rektor, serta penanggung jawab dari sejumlah perguruan tinggi negeri anggota MRPTNI ini, Kemdiktisaintek menegaskan sinergi perguruan tinggi dapat semakin diperkuat sebagai pusat solusi berbasis riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus kontribusi nyata dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Sumatra.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan