Doa. DOK Medcom
Doa. DOK Medcom

Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Renatha Swasty • 01 Mei 2026 20:03
Ringkasnya gini..
  • Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan istimewa sebagai bentuk penghormatan terhadap rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
  • Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah, sementara itu, Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah.
  • Melalui kedua puasa ini, seorang muslim akan mendapatkan kesempatan emas untuk menyucikan diri dari dosa-dosa masa lalu dan masa depan.
Jakarta: Menjelang puncak ibadah haji, umat Islam berkesempatan meraih pahala berlipat dengan melaksanakan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah. Momen berharga ini dapat dilakukan oleh seluruh umat Islam yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 
Kedua puasa ini memiliki keutamaan istimewa sebagai bentuk penghormatan terhadap rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Setiap muslim diajak merenungi makna pengorbanan dan ketulusan yang menjadi inti dari prosesi di bulan Zulhijah.
 
Sepuluh hari pertama bulan ini merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Puasa menjadi amalan utama yang menyempurnakan ibadah lainnya seperti zikir, sedekah, dan lantunan takbir.

Bagi umat yang tidak berhaji, puasa ini menjadi jembatan untuk merasakan keberkahan bukan haji dari tempat masing-masing. Melaksanakan ibadan ini memberikan peluang besar untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan di waktu yang mustajab.
 
Dua hari puasa ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan undangan untuk memperbaiki kualitas diri di hadapan Allah SWT. Dengan niat tulus, setiap muslim dapat memperkuat ikatan iman dan mengharapkan rida Ilahi.
 
Lantas, kapan puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan? Simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari laman NU Online:

Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah, tepat dua hari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha. Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Hari Raya Iduladha diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Oleh karena itu, puasa sunah Tarwiyah dapat dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 
 
Sementara itu, Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah, yaitu satu hari sebelum perayaan Hari Raya Idul Adha. Dengan begitu, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunah Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026.

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Sama seperti puasa lainnya, waktu untuk melafalkan niat puasa Tarwiyah dan Arafah dimulai sejak matahari terbenam hingga waktu fajar tiba. Berikut adalah bacaan niatnya:

1. Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala
 
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala”

2. Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
 
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala”
 

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah di Siang Hari

Bagi yang tidak sempat atau lupa membaca niat pada malam hari, Islam memberikan keringanan untuk berniat di siang hari. Hal ini diperbolehkan mulai dari pagi hari hingga sebelum memasuki waktu Zuhur, dengan catatan orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum.
 
Berikut bacaan niatnya:

1. Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala
 
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala”

2. Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i arafata sunnatan lillahi ta’ala
 
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala”

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Melaksanakan puasa sunnah di bulan Zulhijah memiliki keistimewaan yang sangat besar di sisi Allah SWT. Berikut adalah rincian keutamaannya berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

1. Keutamaan Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)

Puasa Tarwiyah sangat dianjurkan karena diyakini mampu menjadi sarana penggugur dosa bagi yang menjalankannya. Rasulullah SAW bersabda:
 
صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ
 
Artinya: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
 
Meski ada perbedaan pandangan di antara ahli hadis mengenai keshahihan perawinya, anjuran untuk menjalankan puasa Tarwiyah tetap kuat di kalangan ulama. 
 
Amalan ini dianggap sebagai salah satu cara mengisi sepuluh hari pertama Zulhijah dengan kebaikan, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: 
 
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
 
Artinya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah pada hari itu daripada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah).” (HR At-Tirmidzi dan Bukhari).

2. Keutamaan Puasa Arafah (9 Zulhijah)

Puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunnah yang paling utama bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Keutamaannya yang luar biasa dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah:
 
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
 
Artinya: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas.” (HR Muslim).
 
Dengan menjalankan kedua puasa ini, seorang muslim tidak hanya mengikuti sunah Rasulullah SAW, tetapi juga mendapatkan kesempatan emas untuk menyucikan diri dari dosa-dosa masa lalu dan masa depan. (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan