Momentum Pembenahan Kualitas Guru

Survei Guru Intoleran Jadi Alarm Dini

Intan Yunelia 18 Oktober 2018 19:17 WIB
Guru Intoleran
Survei Guru Intoleran Jadi Alarm Dini
Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji, Medcom.id/Citra Larasati
Jakarta: Hasil survei tentang 63% guru beropini intoleran, harus menjadi alarm dini bagi semua pihak.  Terutama bagi pemerintah, di mana hasil survei ini dapat menjadi momentum dilakukannya evaluasi sistem pendidikan di Indonesia.

Praktisi Pendidikan dari Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan ada yang keliru dalam proses penerapan pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 selama ini. Survei ini perlu menjadi alarm keras bagi semua pihak, terutama pemerintah untuk mengevaluasi sistem pendidikan nasional.


“Kita bicara di dunia pendidikan yang seharusnya didorong agar berdasarkan Pancasila. Sangat tidak Pancasila dan UUD 45 kalau ternyata faktanya seperti yang ada di survei itu.  Menyedihkan, ini jadi alarm bagi kita semua,” kata Indra saat dihubungi Medcom.id, Kamis 18 Oktober 2018.

Secara ekstrim Indra menyarankan, perlu adanya seleksi ulang tenaga pendidikan dan guru di Indonesia.  Guru yang cerdas, kata Indra, seharusnya bisa dinilai dari bagaimana ia bersikap, bukan hanya sekadar dilihat dari strata pendidikannya.

Baca: 63% Guru Beropini Intoleran Terhadap Agama Lain

“Bukan latar pendidikannya, karena bisa saja kita akan menemui seseorang S3 tapi intoleran.   Harus dilihat juga kecerdasannya, walaupun punya gelar banyak dan tinggi tapi belum tentu orangnya cerdas,” terangnya.

Pembenahan kualitas guru wajib dilakukan. Kualitas guru bukan saja diukur dari latar belakang pendidikanya tapi juga karakter. Kualitas yang rendah inilah yang mudah disusupi paham-paham intoleran.

Tak hanya anak-anak yang harus ditanamkan berkehidupan dalam intoleran tapi juga guru. “Itu yang harus segera kita perbaiki bersama,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah membeberkan hasil temuan yang mengejutkan.  Sebesar 63,07 persen guru terdeteksi memiliki opini intoleran terhadap pemeluk agama dan kepercayaan lain. 

Dalam survei tersebut, juga mengukur kadar opini radikal guru.  Hasilnya menunjukkan, dengan menggunakan kuesioner, sebesar 14,28 persen guru memiliki opini yang sangat radikal dan radikal. Sedangkan dengan menggunakan alat ukur implisit, guru memiliki opini yang sangat radikal dan radikal sebesar 46,09 persen.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id