Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Dijemput dari Jalanan, Anak Putus Sekolah Diantar ke Sekolah Rakyat

Ilham Pratama Putra • 23 April 2026 09:36
Ringkasnya gini..
  • Penerimaan murid baru Sekolah Rakyat menggunakan skema baru
  • Murid baru Sekolah Rakyat kini dicari oleh negara
  • Banyak dari murid Sekolah Rakyat ditemukan sedang bekerja di jalanan sebagai pengamen maupun pengemis
Jakarta: Pemerintah melakukan pendekatan jemput bola untuk menjangkau anak-anak putus sekolah melalui program Sekolah Rakyat. Anak-anak yang selama ini bekerja di jalanan kini menjadi sasaran utama program tersebut.
 
“Tidak ada pembukaan pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Kita mendatangi langsung anak-anak di lapangan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Politeknik STIA LAN Jakarta, Rabu 22 April 2026.
 
Program ini menyasar anak-anak yang tidak terdata maupun yang luput dari sistem pendidikan formal. Penjangkauan dilakukan langsung ke lokasi aktivitas anak-anak.

“Kita mendatangi perempatan, pasar, dan tempat tertentu untuk menemukan anak usia sekolah yang tidak belajar,” ujarnya.
 
Baca juga: Asa Nenek Samini, Sekolah Rakyat Jadi Jalan Keluar Bagi Cucunya dari Kemiskinan

Sebanyak 77 anak telah dijaring sebagai calon siswa sekolah rakyat yang akan belajar di gedung milik Politeknik STIA LAN. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.
 
“Sebagian kita temukan dari data, sebagian lagi langsung di lapangan,” ucapnya.
 
Anak-anak yang dijangkau kemudian didatangi ke rumahnya untuk verifikasi data. Proses ini memastikan mereka benar-benar memenuhi kriteria.
 
“Kalau orang tuanya setuju, kita tindak lanjuti menjadi calon siswa,” jelasnya.
 
Pendekatan ini menjadi langkah baru pemerintah dalam pendidikan inklusif. Negara tidak lagi menunggu, tetapi aktif mencari.
 
“Ini bagian dari upaya kita menjangkau yang belum terjangkau,” tegasnya.
 
Program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diminta jujur melihat realitas pendidikan.
 
Baca juga: Pemerintah Kebut Pembangunan 104 Sekolah Rakyat di Berbagai Kota

 
“Presiden mengajak kita jujur bahwa masih ada anak yang belum bisa sekolah,” ungkapnya.
 
Sekolah rakyat diharapkan menjadi solusi konkret. Program ini menyasar kelompok paling rentan.
 
“Yang sekolah di sini harus yang benar-benar berhak,” ujarnya.
 
Selain pendidikan, siswa juga akan mendapat pembinaan karakter. Tujuannya mencetak generasi tangguh.
 
“Kita ingin mereka jadi anak-anak sukses dan pemimpin masa depan,” tuturnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan