Hal itu dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan mengusung tema “Bijak Bermedia Digital melalui Edukasi Oversharing dan Personal Branding untuk Keluarga”.
Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pamulang, Iis Mardiansyah, menekankan pentingnya penyuluhan dan sosialisasi sebagai sarana memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi komunikasi.
Menurut dia, kehadiran teknologi dan komunikasi semestinya tidak hanya dimaknai sebagai kemajuan perangkat dan kemudahan mengakses informasi, tetapi juga menjadi peluang mengakselerasi pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi dalam menjembatani perkembangan teknologi dengan kebutuhan literasi masyarakat.
Literasi digital ibu-ibu PKK
Dosen Universitas Pamulang, Adhvidya, mengajak peserta memahami fenomena oversharing, yakni kecenderungan membagikan informasi pribadi secara berlebihan melalui platform media sosial. Dia menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi sebelum diunggah ke ruang digital.Aktivitas yang terlihat sederhana, seperti membagikan lokasi secara langsung, aktivitas anak, hingga informasi mengenai kehidupan keluarga perlu dipertimbangkan. Sebab, karena berpotensi menimbulkan risiko penyalahgunaan informasi dan pelanggaran privasi.
Peserta diajak memahami bahwa kebebasan berekspresi di media sosial perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap batasan privasi, keamanan digital, serta konsekuensi dari setiap informasi yang dipublikasikan.
Para dosen juga menekankan pentingnya personal branding dalam kehidupan digital. Oversharing berkaitan dengan kemampuan membatasi informasi pribadi, maka personal branding menekankan bagaimana seseorang dapat membangun citra dan identitas diri yang positif melalui aktivitas komunikasi di media sosial.
Peserta diperkenalkan pada pemahaman bahwa media sosial bukan sekadar ruang membagikan aktivitas sehari-hari, melainkan juga sarana menampilkan nilai, kemampuan, pengalaman, dan kontribusi positif yang dimiliki seseorang. Kedua materi tersebut menjadi saling melengkapi.
Masyarakat tidak hanya didorong untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan media digital secara produktif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya.
Pemilihan ibu-ibu PKK sebagai peserta lantaran peran keluarga dalam membentuk kebiasaan bermedia digital. Sebagai bagian penting dalam lingkungan keluarga, para ibu diharapkan dapat menjadi penggerak literasi digital, termasuk dalam mendampingi anak dan anggota keluarga lainnya ketika berinteraksi di media sosial.
Sehingga, edukasi literasi digital tidak berhenti pada peningkatan pemahaman individu, tetapi diharapkan dapat diterapkan dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga.