Lantas, bagaimana cara mengecek titik karhutla di Indonesia melalui dua laman tersebut? Yuk simak penjelasannya berikut ini. Sebelum itu, pahami dulu yuk apa itu hotspot karhutla!
Apa itu titik panas atau hotspot karhutla?
Sobat Medcom perlu memahami terlebih dahulu istilah hotspot atau titik panas. Hotspot merupakan lokasi yang terdeteksi memiliki anomali suhu panas dibandingkan dengan kondisi di sekitaranya berdasarkan pengamatan satelit.Melansir laman BMKG, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA). Deteksi tersebut memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan.
Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan sekitarnya. Observasi ini dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.
Dikutip dari SiPongi+, titik yang muncul pada peta hotspot dapat diartikan sebagai indikasi adanya anomali panas atau potensi kebakaran. Indikasi ini dimanfaatkan masyarakat luas dan pihak terkait untuk mengupayakan pencegahan kebakaran hutan di Indonesia.
Cara Cek Titik Karhutla di Indonesia Lewat SiPongi+
Masyarakat dapat memantau sebaran hotspot melalui SiPongi+, yakni Sistem Pemantauan Karhutla yang dikelola Kementerian Kehutanan. Laman ini menyediakan data dan informasi hotspot terkini serta informasi lain yang berkaitan dengan kebakaran hutan.Kementerian Kehutanan menyebut data tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dan pihak terkait untuk membantu upaya pencegahan kebakaran hutan di Indonesia. Laman SiPongi+ menyediakan sejumlah fitur, seperti data periode waktu, provinsi, grafik hotspot, hingga indikasi luas kebakaran.
Berikut langkah-langkah memantau hotspot melalui laman SiPongi+:
1. Buka situs resmi SiPongi+
Akses laman SiPongi+ Kementerian Kehutanan dan pilih menu Peta Hotspot pada halaman beranda.2. Pilih periode pemantauan
SiPongi+ menyediakan pilihan periode seperti pilihan tanggal tertentu. Pengguna dapat menyesuaikan periode berdasarkan kebutuhan pemantauan.3. Pilih wilayah yang ingin dipantau
Pengguna dapat memilih provinsi untuk mempersempit wilayah pencarian. Pilih menu data hotspot pada laman SiPongi+ kemudian pilih provinsi yang ingin dipantau. Cara ini dapat digunakan apabila ingin mengetahui sebaran hotspot di wilayah tertentu, misalnya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, atau provinsi lainnya.4. Pilih sumber satelit
Data hotspot pada SiPongi+ dapat disaring berdasarkan satelit yang digunakan. Pilihan ini membantu pengguna memahami sumber data dari titik panas yang ditampilkan.
SiPongi+ juga menyediakan pilihan untuk mengunduh data dalam format XLSX, TXT, maupun KMZ. Fitur tersebut dapat digunakan apabila pengguna membutuhkan data untuk pengolahan atau pemantauan lebih lanjut.
5. Perhatikan tingkat kepercayaan
SiPongi+ juga menyediakan pilihan tingkat kepercayaan hotspot. Pengguna dapat melihat data berdasarkan tingkat kepercayaan yang tersedia sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi di suatu wilayah. Tingkat kepercayaan hotspot dibagi menjadi tiga, yakni warna hijau untuk potensi rendah, warna kuning untuk potensi sedang, dan warna merah untuk potensi tinggi.6. Cek lokasi titik panas pada peta
Setelah memilih parameter yang dibutuhkan, pengguna dapat melihat sebaran titik panas pada peta dan mengetahui wilayah administratif tempat titik tersebut terdeteksi.SiPongi+ juga menyediakan pilihan untuk mengunduh data dalam format XLSX, TXT, maupun KMZ. Fitur tersebut dapat digunakan apabila pengguna membutuhkan data untuk pengolahan atau pemantauan lebih lanjut.
Cara Cek Hotspot Karhutla dari BMKG
Selain SiPongi+, masyarakat dapat menggunakan informasi hotspot yang disediakan BMKG. Laman resmi BMKG memiliki halaman Citra Sebaran Titik Panas (Hotspot) Indonesia yang menampilkan informasi mengenai titik panas berdasarkan pengamatan satelit.Masyarakat dapat memantau melalui laman BMKG dengan cara sebagai berikut:
- Masuk ke laman BMKG
- Pada halaman beranda, klik menu Cuaca dan pilih menu Citra Sebaran Titik Panas (Hotspot) - Indonesia
Pantau karhutla dari sumber resmi
Melalui SiPongi+ dan sistem pemantauan BMKG, masyarakat kini dapat memperoleh informasi mengenai hotspot dan dapat mengupayakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.SiPongi+ Kementerian Kehutanan dapat digunakan untuk melihat sebaran titik panas, periode deteksi, provinsi, satelit, dan tingkat kepercayaan, sedangkan BMKG menyediakan informasi hotspot sekaligus berbagai informasi cuaca dan kondisi yang berkaitan dengan potensi karhutla.
Keduanya dapat menjadi rujukan awal bagi masyarakat yang ingin memantau kondisi karhutla di Indonesia. (Adinda Kinanthi)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda