Suasana religius mulai terasa di berbagai penjuru pulau seiring dengan persiapan upacara yang dilakukan masyarakat. Tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai spiritual tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan sehari-hari di Bali.
Keunikan Tumpek Landep terletak pada simbolisme benda-benda logam yang disucikan oleh pemiliknya. Mulai dari pusaka tradisional hingga teknologi modern, semuanya menjadi objek permohonan anugerah agar memberikan manfaat bagi kemanusiaan.
Lantas, kapan Tumpek Landep dirayakan? Simak informasi lengkapnya berikut ini:
Kapan Tumpek Landep Dirayakan?
Sesuai dengan sistem penanggalan Pawukon di Bali, Tumpek Landep dirayakan setiap Sabtu Kliwon Wuku Landep. Perayaan ini datang tepat setiap 210 hari sekali, atau secara urutan kalender keagamaan, jatuh beberapa hari setelah Hari Raya Saraswati (hari pemujaan ilmu pengetahuan).Untuk tahun 2026, perayaan Tumpek Landep pada bulan April 2026 jatuh pada Sabtu, 18 April 2026. Penentuan waktu ini sangat penting bagi umat Hindu karena merupakan momen puncak untuk melakukan ritual penyucian terhadap benda-benda logam serta alat-alat yang mendukung kelancaran aktivitas manusia sehari-hari.
Apa Itu Tumpek Landep?
Mengutip laman Pemerintah Provinsi Bali, secara etimologi, kata Tumpek berasal dari kata tampek yang berarti dekat, sementara kata Landep berarti tajam. Dalam kepercayaan Hindu Bali, Tumpek Landep adalah hari raya yang didedikasikan untuk memuja Ida Bhatara Sang Hyang Siwa Pasupati, yang merupakan manifestasi Tuhan sebagai pemelihara segala benda tajam.Meskipun secara fisik umat melakukan penyucian terhadap benda-benda yang terbuat dari logam seperti keris, senjata, hingga kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor, makna hakikinya jauh lebih dalam. Perayaan ini adalah simbol permohonan agar manusia dianugerahi ketajaman pikiran untuk menjalani kehidupan.
Filosofi Tumpek Landep
Berdasarkan naskah sastra agama, terdapat empat filosofi utama yang terkandung dalam perayaan ini:- Penajaman Citta, Budhi, dan Manah yang menjadi tonggak untuk mempertajam perasaan (citta), pikiran (budhi), dan hati (manah) agar selalu berlandaskan nilai spiritual
- Memilah aik dan buruk berarti pikiran yang tajam memungkinkan manusia untuk mampu memilah mana yang bermanfaat dan mana yang buruk dalam hidup mereka
- Mulat Sarira (introspeksi diri) yang menjadi ajakan untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki karakter agar selaras dengan ajaran agama
- Simbolisme Lontar Sundarigama, sebagaimana disebutkan dalam Lontar Sundarigama, Tumpek Landep pinaka landeping idep, yang berarti hari ini bertujuan untuk mengasah ketajaman pikiran
Sejarah dan Relevansi Masa Kini
Secara historis, Tumpek Landep berakar dari penghormatan terhadap keris dan tombak yang merupakan alat utama bertahan hidup dan perlindungan di masa lalu. Namun, seiring berjalannya waktu, definisi ‘benda tajam’ meluas mencakup segala peralatan logam yang membantu pekerjaan manusia, termasuk mesin dan komputer.Tumpek Landep adalah pengingat di balik kemajuan teknologi yang terus berkembang, yang paling utama untuk selalu diasah adalah pikiran dan budi pekerti manusia itu sendiri. Tanpa pikiran yang tajam dan bijaksana, teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu membawa kesejahteraan yang hakiki.
Sobat Medcom, itulah informasi tentang kapan Tumpek Landep 2026 dirayakan beserta pengertian dan filosofinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News