Mahasiswa Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Tony Richardo, mendapat dua medali emas di ASEAN Para Games 2022. DOK Unesa
Mahasiswa Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Tony Richardo, mendapat dua medali emas di ASEAN Para Games 2022. DOK Unesa

Gagal Masuk PON, Mahasiswa Unesa Ini Dapat 2 Emas di ASEAN Para Games

Renatha Swasty • 09 Agustus 2022 10:58
Jakarta: Kontingen Indonesia mengakhiri ASEAN Para Games (APG) 2022 dengan prestasi membanggakan. Atlet memuncaki klasemen perolehan medali dan keluar sebagai juara umum.
 
Total, 425 medali berhasil diraih. Rinciannya 175 emas, 144 perak, dan 106 perunggu.
 
Perolehan medali tersebut menjadi yang terbanyak bagi Indonesia sejak ASEAN Para Games dimulai pada 2001. Selain itu, atlet disabilitas Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara yang diraih pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Medali yang diraih Indonesia, salah satunya disumbang oleh mahasiswa Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Tony Richardo Mantolas. Tony meraih 2 medali emas sekaligus dalam Blind Judo kelas J2+90 kg putra perorangan dan J1+73 kg regu.
 
Kemenangan tersebut merupakan yang pertama baginya. Tony tidak menyangka bakal bisa mempersembahkan dua medali sekaligus untuk Indonesia.
 
“Pokoknya saya enggak mikir yang lain. Benar-benar fokus latihan rutin dari Maret-Juli 2022. Dan hasilnya di luar dugaan. Capaian ini tentu berkat doa, kerja keras, usaha, dan dukungan semua pihak terutama dosen pembimbing yang selalu mendukung selama proses latihan,” ujar Tony dikutip dari laman unesa.ac.id, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Pejudo asal Denpasar ini mengatakan di balik medali ada tenaga dan keringat yang terus mengalir. Setiap hari ia konsisten berlatih baik fisik maupun teknik.
 
Setiap pagi, Tony juga menempa diri dengan lari, push-up, dan berbagai latihan fisik lainnya. Tantangan selama latihan selain fisik juga manajemen waktu sebagai atlet sekaligus sebagai mahasiswa.
 
“Dosen-dosen di kampus selalu mendukung dan men-support kami sebagai atlet. Saya selalu berkomunikasi dengan dosen pengampu mata kuliah jika ada kendala dalam perkuliahan. Biasanya saya juga sering cicil tugas di waktu luang dan setelah itu bisa fokus latihan untuk persiapan pertandingan,” beber dia.
 
Tony juga menyampaikan terima kasih kepada Unesa yang memberikan ruang untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi. “Terima kasih yang tak terhingga untuk Unesa dan orang-orangnya yang hebat,” ujarnya.
 
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menyampaikan rasa haru sekaligus bangga atas pencapaian mahasiswanya itu. Dia menyebut capaian Indonesia dan mahasiswa Unesa menjadi bukti keterbatasan bukanlah hambatan dalam meraih prestasi.
 
“Dari Mas Tony dan atlet disabilitas lainnya kita belajar agar tidak gampang putus asa. Jika kita gagal di satu pintu, masih banyak pintu-pintu lain yang terbuka asal kita mau berusaha. Jadikan Tony Richardo ini sebagai contoh, ia gagal bergabung di PON tapi akhirnya ia mampu memperoleh 2 medali emas di ASEAN Para Games 2022,” beber dia.
 
Pelatih sekaligus Humas NPCI itu menuturkan Tony mengalami low vision atau gangguan penglihatan yang ditandai dengan penurunan tajam penglihatan dan tidak dapat diperbaiki dengan kacamata, lensa kontak, atau pembedahan. “Sebelumnya memang atlet biasa. Namun belakangan penglihatannya turun drastis. Akhirnya ia masuk membela kontingen Indonesia di APG 2022,” ucap dia.
 
Dwi berharap perjuangan Tony bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Unesa lainnya dan atlet-atlet Indonesia pada umumnya. “Tidak ada prestasi yang didapat secara gratis. Semua perlu dibayar dengan kerja keras dan konsistensi. Mentalitas juara harus terus dirawat dan dilestarikan. Kita harus buktikan pada dunia bahwa Indonesia bisa,” ujar dia.
 
Baca juga: Sumbang Emas di ASEAN Para Games ke-11, Firza Diganjar Beasiswa dari Unesa

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif