Ilustrasi sekolah. MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi sekolah. MI/Andri Widiyanto

Hardiknas, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui: dari Sejarah Sampai Arti Logo Tut Wuri Handayani

Pendidikan pendidikan hari pendidikan nasional Hardiknas 2022
Renatha Swasty • 03 Mei 2022 17:53
Jakarta: Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau disingkat Hardiknas. Tanggal ini dipilih sekaligus memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara sebagai tokoh pelopor pendidikan dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa di Indonesia.
 
Berkat jasa, perjuangan, dan kepedulian Ki Hajar Dewantara kepada kualitas pendidikan Indonesia, hingga saat ini banyak anak-anak penerus bangsa yang bisa merasakan duduk di bangku sekolah. Namun, masih banyak pula sistem pendidikan Indonesia yang harus dibenahi.
 
Untuk memperingati jasa dan menanamkan pentingnya pendidikan tidak hanya sebatas di sekolah tetapi sebagai bagian dari hidup, Sobat Medcom bisa ikut berpartisipasi merayakan Hardiknas 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut hal-hal yang mesti diketahui dari Hardiknas, mulai dari sejarah, tema, makna, hingga logo Hardiknas 2022 dikutip dari Zenius:

Sejarah

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai Bapak Pendidikan Nasional.
 
Meskipun Hardiknas bukan hari libur nasional, tapi perayaan ini dirayakan luas di Indonesia.
Perayaannya biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait.
 
Ki Hadjar Dewantara berperan penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Dia mendirikan Perguruan Taman Siswa yang menjadi tempat bagi penduduk pribumi biasa untuk dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi.
 
Hal ini karena pada masa penjajahan Belanda, pendidikan adalah hal yang sangat langka dan hanya untuk orang terpandang (keluarga priyayi) dan orang asli Belanda yang diperbolehkan untuk mendapatkan pendidikan.
 
Ki Hadjar Dewantara juga terkenal dengan tulisannya yang menyebabkan sering terlibat dalam masalah dengan Belanda. Hal ini karena tulisan-tulisannya tajam yang ditujukan untuk mengkritik pihak Belanda.
 
Tulisannya yang terkenal adalah Als Ik Eens Nederlander Was yang berarti Seandainya Saya Orang Belanda. Ki Hadjar Dewantara akhirnya diasingkan ke Pulau Bangka oleh pihak Belanda.

Tema Hari Pendidikan Nasional 2022

Peringatan Hardiknas 2 Mei 2022 bertemakan “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”. Tema ini telah dipilih dan disebutkan dalam laman website Kemdikbud serta disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melalui surat edaran Nomor 28254/MPK/TU.02.03/2022.
 
Tahun ini, Hardiknas jatuh bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1433 H. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan peringatan Hardiknas 2022 akan dilangsungkan pada 13 Mei 2022.

Makna Logo Hari Pendidikan Nasional 2022

Logo Hardiknas 2022 kurang lebih sama dengan 2021. Logo ini terbentuk dari tiga elemen, yaitu bintang, keceriaan, dan pena. Logo ini juga selaras dengan cita-cita Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.
 
Hardiknas, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui: dari Sejarah Sampai Arti Logo Tut Wuri Handayani
Logo Hardiknas 2022. DOK Kemendikbudristek
 

Apa saja makna dari ketiga elemen tersebut?

1. Bintang

Bintang menggambarkan semangat Hardiknas untuk melahirkan generasi Indonesia yang unggul, cerdas, dan berkarakter. Dengan garis luwes menggambarkan semangat adaptif dan tangguh menghadapi perubahan zaman yang kian dinamis.

2. Keceriaan

Keceriaan yang ada pada logo Hari Pendidikan Nasional ini menggambarkan suatu suasana pendidikan Indonesia yang sangat menggembirakan, gotong royong, serta partisipasi publik dalam memperingati Hardiknas ini.

3. Pena

Pena menggambarkan proses pendidikan sebagai proses penciptaan karya yang memerlukan perpaduan holistik antara kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual.

Sejarah Logo Tut Wuri Handayani

Hardiknas identik dengan logo Tut Wuri Handayani.  Logo ini tentu punya sejarah tersendiri.
 
Logo Tut Wuri Handayani digunakan sudah sejak 1977 yang berawal dari sayembara pembuatan logo. Pada 14 Februari 1977 dibentuk panitia sayembara pembuatan lambang departemen ini.
 
Pada sayembara tersebut memiliki tim juri, yakni Soekmono yang merupakan dosen Departemen Seni Rupa ITB, HA Sadali dan Abdulkadir yang merupakan Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa (ASRI) Yogyakarta. Saat itu, terdapat 1.600 logo yang diseleksi namun tak satu pun terpilih.
 
Terdapat 10 logo yang dapat digolongkan sebagai logo terbaik. Dari kesepuluh logo tersebut dimodifikasi menjadi logo Tut Wuri Handayani yang bisa dilihat hingga saat ini. Pada 6 September 1977, logo Tut Wuri Handayani ditetapkan melalui SK Menteri Nomor 0398/M/1977.
 
Hardiknas, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui: dari Sejarah Sampai Arti Logo Tut Wuri Handayani

Arti Logo Tut Wuri Handayani

Dilansir dari website kemendikbud.go.id, berikut arti dari logo Tut Wuri Handayani.

1. Bidang

Bidang Segi Lima (Biru Muda) menggambarkan alam kehidupan Pancasila.

2. Semboyan

Semboyan Tut Wuri Handayani digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan ini berarti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.

3. Belencong

Belencong Menyala Bermotif Garuda Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya belencong membuat pertunjukan menjadi hidup.

4. Burung Garuda

Burung Garuda(yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: “satu kata dengan perbuatan Pancasilais”.

5. Buku

Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

6. Warna

  1. Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih.
  2. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian.
  3. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup Pancasila).
Itulah hal-hal yang mesti diketahui dari Hardiknas.
 
Baca: Perubahan Pembelajaran Selama Pandemi Disebut Cerminan Tut Wuri Handayani
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif