Ilustrasi pengamatan hilal. Medcom.id
Ilustrasi pengamatan hilal. Medcom.id

Observatorium Bosscha Ungkap Cara Pengamatan Hilal Penentuan 1 Syawal 1443 H

Pendidikan hilal ITB Idulfitri 1443 Lebaran 2022 Ramadan 2022
Renatha Swasty • 02 Mei 2022 10:32
Jakarta: Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan pengamatan bulan sabit pada 1 Mei 2022. Pengamatan terkait penanda Lebaran atau beralihnya bulan Ramadan ke Syawal 1443 H di Lembang.
 
Tim Observatorium Bosscha melaksanakan pengamatan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang sejak 28 April hingga 1 Mei 2022 dari pagi hari hingga bulan terbenam di ufuk barat. Pengamatan dihadiri staf Observatorium Bosscha dengan mematuhi imbauan agar tidak berkegiatan yang melibatkan banyak orang di suatu tempat selama pandemi.
 
"Kegiatan pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi dan ketebalan sabit bulan dan juga dalam rangka rukyatul hilal bulan Syawal 1443 H," kata peneliti di Observatorium Bosscha Yatny Yulianty dikutip dari laman itb.ac.id, Senin, 2 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yatny menuturkan Rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan setelah matahari terbenam. Sabit yang tampak setelah matahari terbenam ini disebut sebagai hilal.
 
Yatny mengatakan pengamatan dengan menggunakan teleskop berukuran 106 mm berjenis refraktor yang dilengkapi detektor kamera berbasis CCD. Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan tampilan sabit bulan.
 
Berikut adalah data hilal Syawal pada Tabel 1, Gambar 1, Gambar 2, dan Gambar 3 yang didapatkan dari hasil perhitungan dengan mempertimbangkan efemeris terkini dan titik acuan pada pengamat di permukaan Bumi (toposentris). Data menunjukkan di Indonesia elongasi toposentris bulan dan matahari merentang antara 4,86°-6,36° dan ketinggian toposentris bulan merentang antara 3,54°-5,42°.
 

Observatorium Bosscha Ungkap Cara Pengamatan Hilal Penentuan 1 Syawal 1443 H
Tabel 1. DOK ITB
Observatorium Bosscha Ungkap Cara Pengamatan Hilal Penentuan 1 Syawal 1443 H
Gambar 1. DOK ITB
Observatorium Bosscha Ungkap Cara Pengamatan Hilal Penentuan 1 Syawal 1443 H
Gambar 2. DOK ITB

Observatorium Bosscha Ungkap Cara Pengamatan Hilal Penentuan 1 Syawal 1443 H
Gambar 3. DOK ITB

Penentuan awal Ramadan dan Syawal

Pihak yang berwenang menentukan awal Ramadan dan Syawal adalah pemerintah Republik Indonesia melalui proses sidang isbat. Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung melaksanakan pengamatan bulan sabit muda pada hampir setiap bulan.
 
Setiap tahun, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal Ramadan dan Syawal bagi Kementerian Agama dan masyarakat umum.
 
Yatny menjelaskan tugas Observatorium Bosscha ialah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang isbat. Masyarakat dapat mengakses data dan hasil pengamatan hilal di website Observatorium Bosscha https://bosscha.itb.ac.id.
 
Baca: Pengamatan Hilal di Observatorium Bosscha ITB Gunakan Teknik Olah Citra Digital
 


 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif