Jurnal Ners Unair. Foto: Dok. Unair
Jurnal Ners Unair. Foto: Dok. Unair

Setelah Tembus Scopus, Jurnal Ners UNAIR Bidik Terindeks Web of Science

Citra Larasati • 26 Februari 2022 11:17
Jakarta:  Perjuangan Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam meningkatkan kualitas jurnalnya selama beberapa tahun terakhir berbuah manis. Terbukti dengan Jurnal Ners yang berhasil terindeks Scopus pekan lalu, menyusul Dental Journal milik FKG UNAIR.
 
Editor in Chief Jurnal Ners Ferry Efendi menyatakan bangga pada FKp maupun UNAIR yang memiliki jurnal kelas dunia, terindeks Scopus. Kepada seluruh pihak yang telah berproses di dalamnya, ia menyampaikan terima kasih dan rasa bangga.
 
Termasuk kepada Nursalam selaku pendiri Jurnal Ners.  “Patut kita syukuri perjuangan selama ini diberi restu oleh Allah sehingga kita bisa meraih indeksasi,” tambahnya.

Perjuangan 4 Tahun

Perjuangan FKp menempuh indeksasi tersebut berlangsung cukup panjang. Menurut Ferry, pihaknya mulai mengajukan prosesnya pada 2018. Dua tahun kemudian, tim Jurnal Ners akhirnya mendapatkan peninjauan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terdapat beberapa catatan perbaikan yang diterima. Misalnya, memperjelas dan menambah keunikan jurnal serta memperjelas peran editor.  “Dari hulu ke hilir kita lakukan perbaikan. Sehingga kita bisa meyakinkan pembaca, Jurnal Ners kita ini layak terindeks Scopus,” jelas sekretaris LIPJPHKI UNAIR itu.

Target Terindeks Web of Science

Ferry menambahkan, capaian teranyar itu turut menambah tantangan baru bagi FKp. Jurnal Ners perlu untuk terus meningkatkan kualitas sistematisasi, naskah, dan editor. Juga, itu diharapkan dapat mendorong capaian indeksasi yang lain untuk Jurnal Ners.
 
“Tahun ini kita menargetkan terindeks web of science. Semoga bisa kita kawal bersama,” tuturnya. 
 
Ke depan, imbuh Ferry, ada banyak tantangan dan target peningkatan kualitas jurnal di UNAIR. Sivitas akademika perlu tanggap dalam mencermati perkembangan sains dan publikasi. Mengingat, pada era open science, banyak disrupsi di bidang publikasi dan jurnal ilmiah.
 
“Apa yang harus kita improve dan lakukan pastinya perlu dukungan dari sivitas akademika UNAIR,” ucapnya. 
 
Baca juga:  Ciptakan Obat Malaria dan Hepatitis C dari Tumbuhan, Aty Masuk Top 100 Medical Scientist
 
Perlu diketahui, yang sebelumnya terindeks SINTA 2, Jurnal Ners kini telah terindeks SINTA 1. Selain itu, Jurnal Ners telah terindeks DOAJ, Index Copernicus, hingga ASEAN CITATION INDEX.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif