Sahr Michael Walan mahasiswa asing asal Afrika Barat usai mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Jami Kampus Unsyiah. Foto: Unsyiah/Humas
Sahr Michael Walan mahasiswa asing asal Afrika Barat usai mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Jami Kampus Unsyiah. Foto: Unsyiah/Humas

Michael, Mahasiswa Asing di Unsyiah Masuk Islam

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Januari 2020 20:18
Jakarta: Seorang mahasiswa asing di Universitas Syiah Kuala asal Sierra Leone, Afrika Barat yaitu Sahr Michael Walan memutuskan untuk masuk islam. Selepas salat Jumat, Micahel Walan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Jami Kampus Unsyiah, 17 Januari 2020.
 
Prosesi pengucapan kalimat syahadat dibimbing oleh Imam Besar Masjid Jami Kampus Unsyiah Prof. Dr. Mustanir M. Sc, serta disaksikan Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Hizir dan Jemaah Jumat lainnya. Termasuk Wakil Rektor I Unsyiah, Prof. Dr. Marwan dan Dekan FKIP Unsyiah Prof. Dr. Djufri, M.Si yang menjadi saksi tertulis atas masuk Islamnya mahasiswa asing Unsyiah ini.
 
Sebelum mengucapkan kalimat syahadat, Mustanir berulang kali menanyakan kesiapan Michael Walan. Sebab hal ini akan menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Michael pun menjawab dengan mantap, “I am ready!” tegasnya dikutip dari laman Unsyiah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seusai dirinya mengucapkan dua kalimat syahadat, suara takbir dari jemaah pun bersahutan. Setelah membaca doa, sebagian jemaah mengucapkan selamat dan memeluknya.
 
Kepada jemaah, Mustanir juga meminta agar saudara muslim yang baru ini untuk dirangkul dan dianggap tak ubahnya saudara sendiri. Saat ini Michael Walan tercatat sebagai mahasiswa S1 di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah.
 
Michael lahir di Freetown, yang merupakan kota terbesar sekaligus menjadi Ibu Kota Sieera Leone pada 25 Februari 1981. Wakil Rektor III Unsyiah, Alfiansyah Yulianur BC mengatakan, dirinya sangat senang dan bersyukur atas masuk islamnya salah satu mahasiswa asing Unsyiah ini.
 
Hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri baik bagi Unsyiah, maupun Aceh. Sebab menurut Alfian, masuk Islamnya Michael Walan merupakan suatu pertanda bahwa suasana kampus di Unsyiah sangat nyaman bagi siapapun, termasuk bagi orang-orang yang berbeda keyakinan.
 
Begitu pula dengan kondisi lingkungan Unsyiah yang tercermin dari sivitas akademikanya, baik secara lisan maupun pergaulan ternyata telah menjadi sarana dakwah yang efektif.
 
Hal ini, sambung Alfian, tidak lepas dari berbagai program pembinaan yang dilakukan oleh Unsyiah selama ini. Seperti program Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI).
 
“Dakwah kita sudah ada hasilnya, bukan hanya lisan saja tapi pergaulan kita terhadap sesama ternyata mendapatkan kesan yang baik bagi orang lain,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif