Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI (P3CR), Yoki Yolizar. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI (P3CR), Yoki Yolizar. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.

Verifikasi Bakal Calon Rektor UI Tahap Paling Krusial

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pemilihan Rektor
Octavianus Dwi Sutrisno • 10 Juli 2019 19:50
Depok: Proses pemilihan Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024 akan diperketat. Terutama pada tahapan verifikasi saringan calon yang akan diumumkan 12 Agustus 2019 mendatang.
 
Pasalnya, tahap verifikasi tersebut menjadi langkah awal yang menentukan nasib Universitas Indonesia (UI) ke depannya. Setiap tahapan yang diamati dan diolah Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI (P3CR)akan dilakukan secara matang.
 
"Kami tidak mau kecolongan, jadi dari awal kami akan teliti," ucap Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI (P3CR), Yoki Yolizar, di Gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Rabu 10 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, pemilahan tetap dilakukan hingga menghasilkan 20 calon rektor baru yang diumumkan ke khalayak pada 18 Agustus 2019. Tugas P3CR setelah itu langsung berpindah ke Panitia Khusus Pemilihan Rektor (Pansus Pilrek).
 
"Nanti, bagian mereka (pansus pilrek) yang menyaring kembali puluhan kandidat tersebut menjadi tiga orang calon," kata Yoki.
 
Baca:Pemilihan Rektor UI Gandeng KPK dan BNPT
 
Yoki menuturkan, tidak berhenti sampai di situ. Untuk mengetahui kualitas kemampuan ketiga calon, akan digelar juga debat publik yang nantinya turut menentukan suara mereka. Oleh sebab itu, sebelum dirumuskan seluruh mekanisme dan tahapan pemilihan P3CR harus meminta masukan dari berbagai elemen.
 
"Memang alot, sistem pengambilan suara di UI itu sistemnya kolegial dari dosen, mahasiswa UI, masyarakat di luar kampus, mereka memiliki hak suara yang sama. Contohnya seperti kemarin, BEM UImeminta agar suara aspirasi masyarakat diakomodir oleh calon rektor dan rektor terpilih," bebernya.
 
Namun, di sisi lain untuk seluruh pendukung pemilihan tersebut. diakuinya siap 100 persen. Terbukti dari sistem komputerisasi yaitu website penunjang pendaftaran, telah dibuat dengan baik.
 
"Website sudah online dan dinilai sistemnya bagus sekali, setiap tahapan kita buat satu account. Bagi pendaftar asli UI bisa menggunakan sistem masuk tunggal (SSO), sedangkan dari luar kampus bisa mendaftar terlebih dahulu. Semuanya sudah terstruktur," tandasnya.
 
Baca:Tahapan Pemilihan Rektor UI 2019-2024
 
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada seluruh sivitas akademika di kampus UI untuk ikut serta mengawal pemilihan tersebut. Apalagi, bila mereka mau mencari calon-calon, yang diyakini mampu menjadi seorang rektor.
 
"Di sini, kami membebaskan para mahasiswa bergerak, bahkan mengawal calon rektor, istilahnya kooperatif. Pengecekan juga, bisa langsung dilakukan jadi benar-benar transparan," terangnya.
 
Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Saleh Husin, menyatakan optimis akan banyak yang tertarik dan mendaftar dalam pemilihan rektor tersebut. Pasalnya, Kampus UI sangat luas dan banyak orang berkompeten memiliki keahlian.
 
"Kan kampus ini cukup besar, pasti ada yang mendaftar. Kalaupun nanti tidak tercapai, tentu akan ada pembahasan dan solusi," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif