Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di sela-sela peluncuran program Santripreneur dan Petani Muda, Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di sela-sela peluncuran program Santripreneur dan Petani Muda, Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Pemerintah Dorong Kewirausahaan Berbasis Pesantren

Pendidikan pondok pesantren
Eko Nordiansyah • 26 Desember 2018 14:30
Bogor: Pemerintah mengembangkan Program Kemitraan Ekonomi Umat berkolaborasi dengan pondok pesantren dan organisasi berbasis keagamaan. Melalui Program Santripreneur dan Petani Muda yang dirancang mencetak wirausaha baru pertanian dalam rangka regenerasi petani serta mengembangkan potensi lahan nonproduktif termasuk di pondok pesantren.
 
"Program ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari Kebijakan Pemerataan Ekonomi dan Kongres Ekonomi Umat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di Pondok Pesantren Pemberdayaan Umat, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Darmin menjelaskan, Program Kemitraan Ekonomi Umat memfasilitasi berbagai inisiatif kemitraan antara umat. Yaitu kelompok masyarakat berbasis pondok pesantren, masyarakat sekitar pondok pesantren, dan UMKM dengan kelompok usaha besar. Sudah ada 16 kelompok usaha besar yang bermitra dengan pondok pesantren dan kelompok masyarakat berbasis keagamaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini, pemerintah juga telah berkolaborasi dengan beberapa organisasi masyarakat (Ormas) Besar Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Ummat Islam (PUI), dan Al-Ittihadiyah. Ke depannya pemerintah akan berkolaborasi dengan ormas-ormas lainnya.
 
"Sasaran program ini adalah santri tingkat akhir, alumni pondok pesantren dan masyarakat sekitar pondok pesantren, pemuda yang sedang atau baru lulus sekolah atau kuliah, serta tunakarya yang berminat pada usaha di bidang pertanian," jelas dia.
 
Baca:Unisma Gelar Hari Santri Nasional
 
Adapun cakupannya, kegiatan pelatihan serta pengembangan usaha pertanian pasca pelatihan. Pelatihan dan pengembangan usaha difokuskan pada pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi, khususnya hortikultura yang diintegrasikan dengan usaha peternakan dan perikanan.
 
Institut Pertanian Bogor (IPB) turut memfasilitasi dalam aspek penyediaan lahan, akses pembiayaan, teknologi, pasar, dan pendampingan. Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara IPB dengan berbagai pihak terkait untuk menjalankan program ini.
 
Baca:LPDP Siapkan Kuota Beasiswa Khusus Santri
 
Dirinya menambahkan, sebetulnya ada satu hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam mengatasi ketimpangan. Setelah menyasar pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM melalui pendidikan vokasi, Indonesia juga perlu membangun logistik yang efisien.
 
"Kemudian, kita juga sudah waktunya mendorong terciptanya transformasi ekonomi desa dari ekonomi yang subsisten ke komersial. Dengan begitu, kita bisa menjadi bangsa dan negara yang makin tahan dengan gejolak ekonomi global," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif