Gesits Siap Diluncurkan Desember 2018
Menristekdikti, Mohamad Nasir (kiri) didampingi Rektor ITS, Joni Hermana (tengah) mencoba motor listrik Garansindo Electric Scooter (GESITS) , ANT/Umarul Faruq.
Jakarta:  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan meluncurkan sepeda motor listrik Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)) pada Desember 2018.  

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir memberikan catatan khusus, pada capaian kinerja Kemenristekdikti di bidang penguatan inovasi.   Yaitu pengembangan sepeda motor Gesits yang sudah siap diproduksi dan dikomersialisasikan.


“Sepeda motor listrik Gesits sudah siap diproduksi massal dan dipasarkan. Rencananya akan kami luncurkan pada Desember 2018," kata Nasir saat menyampaikan capaian kinerja empat tahun Kemenristekdikti, di Jumpa Pers Forum Merdeka Barat (FMB) di Gedung Serbaguna Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Gesits merupakan pionir motor listrik nasional pertama di Indonesia. Di mana komponen lokal yang digunakan dalam sepeda motor ini sudah mencapai 88%. 

Gesits pada merupakan motor listrik yang dirakit atas kerja sama antara Garasindo dan ITS sejak 2015.  Sepeda motor ramah Lingkungan ini membuktikan, bahwa tingkat pemikiran dan karya anak Indonesia mampu bersaing dalam kompetisi inovasi global.

Nasir menambahkan, bahwa inovasi semacam Gesits tidak akan lahir tanpa adanya riset dan pengembangan. Berkat berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kemenristekdikti, selama empat tahun ini juga terjadi lompatan luar biasa dalam jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia.

Publikasi ilmiah internasional meningkat pesat.  Pada 2014 hanya 5.299 publikasi dan Indonesia berada pada peringkat empat. di bawah Thailand di kawasan ASEAN.

Baca:  Kemenristekdikti Menargetkan 1.000 Startup di 2019

Per tanggal 10 Oktober 2018, publikasi ilmiah internasional Indonesia telah berhasil menghasilkan 20.610 publikasi. Jumlah tersebut membuat posisi Indonesia berada di peringkat dua di ASEAN.

"Kita hanya berada di bawah Malaysia, yang sudah mencapai 22.070 publikasi,” ujar Menristekdikti.

Dalam jumpa pers ini Menristekdikti didampingi Sekretaris Jenderal Ainun Na’im dan Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi. Hadir juga sebagai narasumber dalam jumpa pers ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga,  Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing  Committee Raja Sapta Oktohari dengan moderator Staf Khusus Presiden Adita Irawati.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id