Kemenristekdikti Menargetkan 1.000 <i>Startup</i> di 2019
Menristekdikti. Mohamad Nasir saat menyampaikan capaian kinerje Kemenristekdikti di empat tahun pemerintahan Jokowo-JK, Humas Kemenristekdikti.
Jakarta:  Jumlah pengusaha pemula atau startupmeningkat secara konsisten selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan 1.000 startupakan lahir hingga 2019.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menjelaskan Kemenristekdikti memiliki berbagai program untuk pembudayaan kewirausahaan dan peningkatan inovasi. Yakni melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi  (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT).


“Melalui skema PPBT dan CPPBT, jumlah startupdan calon startupdi Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Dari awalnya berjumlah 52 startupdan calon startupdi 2015 menjadi 956 di 2018. Kita targetkan lebih dari 1.000 di tahun 2019,” tutur Menristekdikti.

?PPBT adalah program seed fundingyang diberikan kepada tenantPPBT melalui lembaga inkubator bisnis.  Tujuannya untuk menjalankan proses inkubasi terhadap perusahaan pemula sehingga siap menjadi PPBT yang profitabledan sustainable.

Sedangkan CPPBT adalah program pendanaan yang diberikan melalui skema insentif yang ditujukan kepada dosen, mahasiswa, atau dosen dan mahasiswa.  Pendanaan ini diberikan melalui lembaga pengelola hasil riset dan pengembangan, yang produknya sudah siap dikomersialisasikan.

Baca: Inovasi Tepat Guna Harus Jawab Persoalan Bangsa

Untuk mendukung perkembangan startupdi Indonesia, setiap tahunnya Kemenristekdikti menyelenggarakan program Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E). Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk inovasi teknologi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat luas.  Program I3E tahun ini diselenggarakan di Yogyakarta, pada 25-28 Oktober 2018, dan akan diikuti 261 startupinovasi teknologi.

Menteri Nasir memaparkan, inovasi sangat penting untuk meningkatkan added valuesebuah produk.  Kehadiran perusahaan startup, terutama di bidang teknologi, sangat penting untuk menggerakkan perekonomian dan meningkatkan daya saing bangsa.

"Produk startupbinaan Kemenristekdikti sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar," terang Nasir.

Ia menyebutkan, salah satunya adalah produk Magic Ring, cincin penghemat BBM dan Penambah Performa Mesin Kendaraan Bermotor.  Ada juga Kapal Pelat Datar, Kapal Baja dengan lambung pelat datar yang memiliki keunggulan di waktu produksi lebih cepat 30% dan biaya produksi lebih murah 25% dibandingkan kapal berbahan fiber ataupun kayu.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id