Dari Ad Hoc Jadi Permanen

Penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN Diurus Lembaga Baru

Citra Larasati 23 Oktober 2018 20:13 WIB
SNMPTN/SBMPTN 2019
Penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN Diurus Lembaga Baru
Sejumlah peserta mengikuti SBMPTN berbasis komputer, ANT/Feny Selly.
Jakarta: Menteri Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengubah bentuk kepanitiaan seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), yang semula bersifat ad hoc menjadi permanen.  Panitia Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) itu sekarang berganti menjadi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Menristekdikti, Mohamad Nasir mengatakan, sebelum menjadi LTMPT, kepanitiaan ditetapkan secara bergilir.  Biasanya, ketua panitia SNMPTN/SBMPTN adalah rektor di PTN yang ditunjuk pada tahun tersebut.


Baca: Tes Keterampilan Ditiadakan pada SBMPTN 2019

Pergantian kepanitiaan ini menyebabkan alamat sekretariat SNMPTN/SBMPTN juga terus berganti, mengikuti lokasi PTN yang bersangkutan.  "Dulu ketua panitia berganti-ganti, akibatnya kantor sekretariatnya berubah juga.  Maka saya ganti jadi permanen, yaitu LTMPTN," kata Nasir di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

Lembaga ini menempati Gedung BPPT lantai 23, jalan MH. Thamrin, Jakarta sebagai kantor.  LTMPT diketuai oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, ravik Karsidi, yang pada kepanitiaan SNMPTN/SBMPTN 2018 menjabat sebagai Ketua Panitia.

LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi 
calon mahasiswa baru.  Lembaga ini berfungsi mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor PTN.  

Baca: Pengurangan Kuota Sejalan dengan Sistem Zonasi

Selain itu, LTMPT bertugas melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).  Menurut mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro ini, tujuan dibentuknya LTMPT untuk melaksanakan tes masuk perguruan tinggi yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel.  

Nasir berharap, LTMPT dapat membantu perguruan tinggi dalam memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi dengan baik.  Berdasarkan nilai akademik dan atau prestasi lainnya. 

"Untuk memperoleh calon mahasiswa, yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan hasil UTBK dan kriteria lain," sebut Nasir.

Sementara itu, Ravik menambahkan, bahwa saat ini ia ditunjuk untuk mengisi jabatan ketua LTMPT di masa transisi.  "Saya menjabat di masa transisi, di suratnya tertulis sampai April 2019," tutup Ravik.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id