Pengurangan Kuota Sejalan dengan Sistem Zonasi
Mendikbud, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta: Kebijakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru dari jalur undangan disambut positif Mendikbud, Muhadjir Effendy.  Kebijakan tersebut dinilai selaras dengan penerapan sistem zonasi yang tengah digenjot oleh kementeriannya.

"Ini saya sambut baik kebijakan penerimaan mahasiswa baru dari kemenristekdikti yang mulai mengurangi jalur undangan," kata Muhadjir usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemendikbud dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), di gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018. 


Menurut Muhadjir, jalur undangan selama ini merupakan hak istimewa untuk sekolah-sekolah yang mendapat cap favorit di masyarakat. Sistem jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) itu pula yang kemudian memicu munculnya kastanisasi di sekolah.  

"Dan itu memang saya minta untuk dihapus, menunjuk sekolah tertentu untuk dapat jatah tertentu itu mendorong persaingan tidak sehat," terangnya.

Jalur undangan itu yang kerap kali membuat persaingan untuk masuk ke sekolah favorit berlangsung sengit saat penerimaan siswa baru.  "Saya minta masyarakat selesai dengan sekolah favorit," terangnya. 

Baca: Kuota Jalur SNMPTN Berkurang di 2019

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru dari jalur Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) 2019.  Pola seleksi masuk PTN tahun 2019 akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, 

Seleksi Nasional Masuk Perguruan TInggi Negeri (SNMPTN) dengan daya tampung minimal 20%.  Kemudian Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) minimal 40%, dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN. 

Jika sebelumnya minimal kuota SNMPTN 30%, maka tahun depan akan turun menjadi 20%.  SNMPTN adalah salah satu jalur seleksi mahasiswa baru PTN yang digelar serentak secara nasional.  Jalur yang sering disebut sebagai jalur undangan ini, menggunakan alat seleksi yaitu  hasil penelusuran prestasi akademik.

Di antaranya menggunakan rapor semester satu sampai dengan semester lima bagi SMA/SMK/MA atau sederajat, dengan masa belajar tiga tahun atau semester satu sampai dengan semester tujuh bagi SMK dengan masa belajar empat tahun, serta portofolio akademik. 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id