Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Panca Syurkani
Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Panca Syurkani

BAN SM Gunakan Paradigma Baru untuk Akreditasi Sekolah dan Madrasah

Ilham Pratama Putra • 16 Desember 2021 11:32
Jakarta: Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN SM) menggunakan paradigma baru untuk mengakreditasi sekolah dan madrasah.  Sebelumnya, akreditasi hanya dilihat dari hasil data empirik.
 
"Dua tahun lalu masih melihat hasil data empirik akreditasi yang lama," tutur Ketua BAN SM Toni Toharudin, Diskusi Publik Akreditasi Sekolah Madrasah, dipantau dari YouTube, Kamis 16 Desember 2021.
 
Sedangkan pada tahun ini, kata dia, paradigma baru menggunakan beberapa faktor. Pertama melihat mutu lulusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mutu lulusan dilihat dari pengaruh proses pembelajaran. Proses pembelajaran dipengaruhi kualitas guru dan kualitas guru dan proses pembelajaran dipengaruhi manajemen sekolah," jelas Toni.
 
Karena menggunakan paradigma baru, pihaknya memprediksi akan ada penurunan nilai kinerja sekolah dan madrasah pada 2021. Anggota BAN SM Budi Susetyo menyebut sebanyak 22,6 persen sekolah dan madrasah mengalami penurunan kinerja.
 
"Kami punya 81.570 sekolah atau madrasah yang akan reakreditasi. Dari model ini ternyata ada 22,6 persen kinerja sekolah atau madrasah menurun," kata Budi.
 
Baca juga:  17.945 Sekolah dan Madrasah Alami Penurunan Kinerja Selama 2021
 
Sedangkan yang tetap atau mengalami peningkatan kinerja sebanyak 77,4 persen dari 81.570 sekolah atau madrasah. Menurutnya sekolah atau madrasah yang diprediksi menurun itu nantinya akan dikunjungi olehh pihaknya.
 
"Kalau menurun berarti wajib divisitasi, yang ingin memperbaiki diri juga akan divisitasi dalam proses reakreditasi ini," pungkasnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif