Jakarta: Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama memperkuat komite madrasah untuk berperan optimal sebagai mitra strategis madrasah. Penguatan kapasitas pengurus komite dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni pembelajaran dan pendampingan.
Direktur Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Nyayu Khodijah, mengatakan regulasi sudah sangat kokoh untuk memungkinkan komite madrasah menjadi mitra strategis madrasah. Namun, pada kenyataannya banyak persoalan yang dihadapi komite madrasah, misalnya banyaknya pengaduan masyarakat yang masuk.
"Itu tidak lain disebabkan oleh kurangnya kapasitas pengurus komite dalam melaksanakan tugas dan fungsinya," ujar Nyayu usai kegiatan KSKK Madrasah, Senin, 19 Oktober 2026.
Dia menyebut penguatan kapasitas pengurus komite dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni pembelajaran dan pendampingan. Melalui pembelajaran, pengurus komite dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan integritas.
Setelah itu, pengurus diberi tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai komite. Pada tahap pendampingan, pengurus komite dibina oleh pembina di dua tingkat, yaitu pengawas madrasah di tingkat madrasah dan pembina di tingkat Kantor Kementerian Agama.
Seluruh proses tersebut berbasis aplikasi digital melalui e-Smart Komite Madrasah. Namun, ia menyadari tidak semua madrasah memiliki akses atau kemampuan digital yang memadai.
Karena itu, pembinaan tetap dapat berjalan secara luring. Proses daring tidak harus dilakukan terus-menerus setiap hari.
Pelaporan pembelajaran, pendampingan, dan pembinaan oleh pembina di tingkat madrasah, kantor kabupaten/kota, maupun kantor wilayah tetap dapat dilakukan secara luring, lalu dilaporkan dan dimonitor melalui sistem. Peningkatan kapasitas pengurus komite juga diharapkan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat.
"Harapan kita, kapasitas pengurus komite madrasah bisa ditingkatkan, baik dalam pelaksanaan tugas dan fungsi maupun tata kelola komite. Dari situ, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komite semakin baik, sehingga partisipasi masyarakat juga akan semakin meningkat," tutur dia.
Menurut dia, kepercayaan dan partisipasi masyarakat yang meningkat akan membawa madrasah menjadi lebih maju. Ia menegaskan madrasah lahir dari masyarakat, dan masyarakat sangat ingin memberikan dukungan serta kontribusi bagi madrasah.
Melalui komite madrasah, dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan finansial, dukungan moral, hingga pertimbangan bagi madrasah. "Dalam kenyataannya, kita lihat banyak madrasah maju karena peran komite, salah satunya," kata dia.
Peran dan fungsi komite diharapkan semakin kuat dengan pengurus komite yang memiliki kapasitas lebih baik. Sehingga, madrasah dapat semakin unggul dan berkembang, serta mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi peserta didik.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan