Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Titipan Doa
Bagi Fathul Wahid, proses membubuhkan tanda tangan secara langsung pada ribuan lembar ijazah bukanlah sekadar urusan birokrasi atau administrasi belaka. Selama kurang lebih delapan tahun menjabat, ia memilih cara manual ini karena ingin menyelipkan doa bagi setiap wisudawan yang lulus dari UII.Proses tanda tangan basah ini merupakan bentuk perhatian personal dan harapan tulus darinya untuk masa depan para lulusan. Ia memandang setiap lembar ijazah sebagai representasi perjuangan mahasiswa yang layak mendapatkan apresiasi serta doa restu langsung dari pimpinan universitasnya.
"Ketika tanda tangan itu saya punya kesempatan untuk mewiridkan doa setiap ijazah, transkrip yang saya tanda tangani," ungkap Fathul Wahid dalam Wisuda Doktor, Magister, Sarjana, Dan Diploma Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 seperti dikutip dari kanal YouTube UII, Kamis 30 April 2026.
Baca Juga :
Lulus S2 UGM di Usia 22 Tahun, Kenalan dengan Kiki Wisudawan Termuda yang Tunda Koas Demi Gelar Magister
Momen Terakhir di Wisuda Periode IV
Wisuda periode IV Tahun Akademik 2025/2026 menjadi momen yang emosional karena merupakan kali terakhir Fathul Wahid menjalankan tradisi penuh makna tersebut. Seiring dengan berakhirnya masa jabatan beliau, tongkat estafet kepemimpinan UII akan segera berpindah tangan.Tercatat mulai 1 Juni 2026, posisi Rektor UII akan resmi digantikan oleh pimpinan baru. Berakhirnya masa jabatan ini sekaligus menutup babak tradisi "tanda tangan doa" yang telah menjadi ciri khas dan kenangan tersendiri bagi para alumni UII di masa kepemimpinan Fathul Wahid.
Keputusan Fathul Wahid untuk tetap menggunakan tanda tangan basah menjadi pengingat bahwa di era digital yang serba cepat, sentuhan kemanusiaan dan ketulusan tetap memiliki makna yang mendalam. Bagi ribuan alumni UII, ijazah tersebut kini bukan sekadar bukti kelulusan akademis, melainkan lembaran yang membawa doa dan harapan tulus dari sang rektor untuk perjalanan hidup mereka ke depan.
Berakhirnya Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 ini menandai selesainya sebuah babak kepemimpinan yang penuh dengan perhatian personal di UII. Meski mulai 1 Juni 2026 posisi rektor akan segera berganti, warisan nilai tentang pentingnya doa dan kasih sayang dalam pendidikan yang ditinggalkan Fathul Wahid diharapkan akan terus hidup di lingkungan kampus.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News