Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menekankan peran strategis madrasah yang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengabdian dan pelayanan masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Ia menyatakan bahwa pemulihan fungsi madrasah dan peningkatan kesejahteraan guru merupakan prioritas utama agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal.
“Madrasah memiliki jasa yang besar. Dalam kondisi darurat sekalipun, ia tetap menjadi bagian dari solusi kemanusiaan. Oleh karena itu, negara wajib memastikan madrasah dan para gurunya dapat bangkit dan berfungsi kembali,” tegas Menag dalam siaran persnya, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Bantuan senilai hampir setengah miliar rupiah itu dialokasikan untuk beberapa kebutuhan mendesak, yaitu:
- Rehabilitasi Rumah Guru: Bantuan sebesar Rp300 juta untuk perbaikan rumah guru madrasah yang mengalami kerusakan parah.
- Bantuan Sewa Tempat Tinggal: Bantuan sewa rumah senilai Rp126 juta bagi 21 guru madrasah terdampak, sebagai jaminan tempat tinggal sementara yang layak.
- Santunan kepada Keluarga Korban Jiwa: Santunan sebesar Rp160 juta untuk keluarga dari 10 siswa madrasah yang wafat dalam musibah tersebut.
- Bantuan Pemulasaran Jenazah: Bantuan tambahan sebesar Rp10 juta untuk mendukung proses pemakaman yang layak.
Tujuannya adalah memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
| Baca juga: Sesjen Kemenag Minta Maaf ke Guru: Ada yang Kurang Berkenan |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News