Delegasi AMUN 2026 Menerima Penghargaan. Dok. IGN
Delegasi AMUN 2026 Menerima Penghargaan. Dok. IGN

Mantap! SMP-SMA Al Azhar Borong 9 Penghargaan Al-Muhajirien MUN 2026

Ilham Pratama Putra • 21 April 2026 09:12
Ringkasnya gini..
  • Ratusan siswa se-Jabodetabek ikut AMUN 2026
  • Siswa Al-Azhar boyong 9 penghargaan pada AMUN 2026
  • Model United Nations menjadi sarana pembelajaran berbasis pengalaman bagi pelajar.
Jakarta: 200 delegasi siswa dari 61 sekolah se-Jabodetabek mengikuti Al-Muhajirien Model United Nations (AMUN) 2026. Forum ini menjadi ajang simulasi diplomasi internasional bagi para pelajar. 
 
Adapun AMUN 2026 merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan pelajar lintas jenjang dalam suasana diplomasi global. Selama dua hari, para delegasi menjalani proses lengkap, mulai dari penyusunan posisi negara, penyampaian argumen, negosiasi antar delegasi, hingga perumusan resolusi atas berbagai isu global.
 
Dalam pelaksanaannya, AMUN menghadirkan dua council utama, yakni UNESCO dan WHO. Pada council UNESCO, peserta membahas isu "Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Online Spaces for Students". Sementara pada council WHO mengangkat topik “Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation”.

Di tengah kompetisi yang ketat, siswa SMP dan SMA Islam Al Azhar (SMPIA dan SMAIA) di bawah naungan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai berhasil menorehkan prestasi paling mencolok. Siswa Al Azhar mampu memboyong 9 penghargaan. 
 
Baca juga: Asia Youth International MUN, Pintu Masuk Pelajar dan Mahasiswa Indonesia jadi Pemimpin Dunia

 
Pada jenjang SMP di council UNESCO, Abiyyu Javier Rizqy dari SMPIA 6 Jaka Permai meraih Best Delegate. Sementara Rekyan Syahla Calesta Maheswari dan Begawan Billy Kurniawan dari SMPIA 8 Kemang Pratama masing-masing memperoleh Honorable Mention dan Verbal Commendation.
 
Pada jenjang SMA di council WHO, Ashilla Jasmin Sani dari SMA Islam Al-Azhar 4 meraih Most Outstanding Delegate. Penghargaan Honorable Mention diberikan kepada Aleshia Raihana Zahira dan Raihan Maulana Syachputra. Adapun Kenzie Athaya Refano, Almaira Balques Kemalputri, dan Rayhan Putra Nurdafa memperoleh Verbal Commendation.
 
Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) bersama Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai dengan standar internasional melalui program AYIMUN. AYIMUN merupakan bagian dari jaringan konferensi global seperti Asia World Model United Nations (AWMUN).
 
Baca juga: Mengenal Hak Veto: Pengertian, Sejarah hingga Negara yang Memilikinya

 
Konferensi turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Abdul Mu’ti menekankan bahwa Model United Nations menjadi sarana pembelajaran berbasis pengalaman yang mampu membentuk karakter dan kapasitas generasi muda.
 
“Program seperti ini sejalan dengan upaya kita dalam membangun generasi Indonesia yang tangguh, yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta kesiapan untuk berkompetisi secara global. Ini menjadi bagian dari langkah menuju Generasi Emas 2045,” kata Mu'ti dalam keterangannya Senin 20 April 2026.
 
Senada, Tri Adhianto Tjahyono menilai kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang memberi pengalaman nyata bagi pelajar. Menurutnya simulasi ini bukan sekadar kegiatan, tetapi gambaran dunia nyata. 
 
"Di sini para peserta belajar bagaimana menyampaikan gagasan, bernegosiasi, dan memahami cara dunia bekerja. Bekasi tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga komunikator, negosiator, dan pemimpin,” ujarnya.
 
Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, Mohammad Syafiudin, menjelaskan bahwa capaian siswa tidak terlepas dari pembinaan terintegrasi melalui program AGILE (Al-Muhajirien Global Initiative for Leadership Excellence). Program tersebut menjadi fondasi dalam membangun kemampuan dasar siswa seperti komunikasi, berpikir kritis, dan keberanian berpendapat.
 
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau kompetisi sesaat, tetapi bagian dari proses pembinaan yang sudah kami bangun di lingkungan sekolah. AMUN menjadi ruang bagi siswa untuk menguji dan mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam konteks global,” ujarnya.
 
Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menambahkan bahwa MUN merupakan pendekatan pembelajaran yang menghadirkan pengalaman global secara langsung bagi pelajar. Melalui MUN, para pelajar tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dihadapkan pada isu-isu dunia nyata.
 
"Mereka dapat melihat beragam perspektif internasional, serta proses diplomasi yang kompleks. Ini membentuk cara berpikir global sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi mereka,” jelasnya.
 
Melalui AMUN 2026, pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengalaman diplomasi global yang memperkuat keterampilan abad ke-21. "Forum ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pengalaman mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan di tingkat nasional maupun internasional," tutup dia. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan