Menristekdikti, Mohamad Nasir, medcom.id/Intan Yunelia.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, medcom.id/Intan Yunelia.

Pendidikan Tinggi Perlu Reorientasi Kurikulum

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 20 September 2018 19:56
Jakarta: Perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, terutama dengan revolusi industri 4.0 yang sudah ada di depan mata. Salah satunya dengan mempersiapkan diri untuk menjadi cyber university yang menerapkan sistem online learning.
 
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, kuantitas bukan lagi menjadi indiktor utama bagi perguruan tinggi dalam mencapai kesuksesan, melainkan kualitas lulusannya. Hal itu, kata Nasir, dikarenakan tujuan utama dari pendidikan tinggi di Indonesia adalah untuk mentransformasi masyarakat menjadi sumber daya manusia yang inovatif dan adaptif.
 
Nasir berharap, peguruan tinggi dapat melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi Industri kerja yang kian berkembang, seiring dengan kemajuan teknologi, keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang semakin dinamis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perlu ada reorientasi kurikulum di perguruan tinggi. Kurikulum di perguruan tinggi harus mengacu pada pembelajaran dalam teknologi informasi, internet of things, big data dan komputerisasi, serta entrepreneurship dan internship harus menjadi kurikulum wajib. Ini akan menghasilkan lulusan terampil dalam aspek literasi data, teknologi dan literasi manusia,” jelasnya.
 
Baca: Gita Savitri, Pilih ke Jerman yang Memanjakan Mahasiswa
 
Selain itu, disrupsi teknologi yang juga terjadi pada pendidikan tinggi membuat perguruan tinggi perlu menerapkan sistem pembelajaran baru, yaitu cyber university yang berbasis online learning. Mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini menyebutkan saat ini Kemenristekdikti sedang menyiapkan Peraturan Menteri tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), agar dapat meningkatkan akses seluruh putra-putri Indonesia ke jenjang pendidikan tinggi dan mendorong pendidikan tinggi di Indonesia bersiap diri menuju World Class University.
 
“Untuk menghadapi kompetisi global sesuai kriteria versi QS, perlu adanya kerja sama antara perguruan tinggi dengan mitra, dan ini harus perguruan tinggi yang bermutu juga. Harus ada pertukaran dosen dan mahasiswa dengan perguruan tinggi luar negeri. Riset dan publikasi
international juga perlu di dorong lagi, baik dilakukan secara mandiri ataupun dengan skema joint research,” pungkas Menristekdikti.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif