Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad.  Foto: Zoom
Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad. Foto: Zoom

Kemendikbud Minta Kepsek Tak Was-was Kelola Dana BOS

Pendidikan Kepala Sekolah Dana Bos
Antara • 16 Juli 2020 18:38
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta kepala sekolah agar tidak khawatir dengan gangguan dari pihak eksternal yang mempersoalkan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kepsek diminta percaya diri dalam mengelola dana BOS, selama itu mengacu pada juknis yang ditetapkan pemerintah.
 
Penggunaan dana BOS diminta tetap mengacu pada Permendikbud mengacu pada juknis Dana BOS. "Sepanjang sekolah membelanjakan dana BOS sesuai juknis, seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengganggu pengelolaan sekolah," ujar Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad di Jakarta, Kamis.
 
Pernyataan Hamid disampaikan terkait pengunduran diri 64 kepala sekolah SMP negeri di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Disinyalir pengunduran diri tersebut dipicu pengelolaan dana BOS dan adanya ancaman dari oknum jaksa yang bekerja sama dengan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami meminta dinas pendidikan setempat untuk mengatasi permasalahan ini," ucap Hamid.
 
Baca juga:Terkendala PJJ, Siswa SMA di Nganjuk Tak Naik Kelas
 
Seorang kepala sekolah SMP di Indragiri Hulu, Harti mengatakan, permasalahan pengunduran dirinya tersebut karena sudah tidak nyaman lagi bekerja.
 
"Kami bekerja dan berusaha mengelola dana BOS sesuai dengan juknis, tapi masalahnya di juknis tersebut tidak dijelaskan secara spesifik penggunaan dana tersebut. Di inspektorat daerah sendiri kami tidak masalah, kalau laporannya salah diperbaiki," kata Harti.
 
Namun yang menjadi masalah, lanjut Harti, ada pihak yang mengancam bahwa laporan penggunaan dana BOS tersebut salah dan membuat kepala sekolah tidak nyaman dalam bekerja.
 
"Itu pula yang menjadi penyebab mengapa kami mempertaruhkan jabatan kami. Biarlah menjadi guru biasa yang penting tidak lagi was-was dalam bekerja," kata Harti.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif