Kampus Undip. Foto: Antara
Kampus Undip. Foto: Antara

Kesulitan Ekonomi, 300 Mahasiswa Undip Ajukan Pengunduran Diri

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 13 Mei 2020 13:56
Jakarta: Sebanyak 300 mahasiswa Undip (Universitas Diponegoro) mengajukan pengunduran diri karena kesulitan ekonomi. Namun sekitar 200 mahasiswa di antaranya dapat diselamatkan, setelah pihak kampus memberikan keringanan hingga penghapusan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
 
"Dari 300 mahasiswa yang mau mundur, lebih dari separuhnya dapat kita selamatkan," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Kemahasiswaan Undip, Budi Setiyono kepada Medcom.id, Rabu, 13 Mei.
 
Budi mengatakan, pihak kampus memberikan kebijakan penurunan atau keringan pembayaran, bahkan hingga penghapusan UKT bagi mahasiswa yang orang tuanya terdampak covid-19. Mahasiswa terdampak covid-19 dapat mengajukan melalui fakultas masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini sudah lebih dari 200 orang mahasiswa yang dikabulkan pengajuannya," kata Budi.
 
Budi mengatakan, rata-rata setiap tahun terdapat sekitar 300 mahasiswa yang mengeluhkan kesulitan ekonomi dalam menempuh kuliah di Undip. Untuk mengatasinya, kata Budi, pihak universitas berusaha mencarikan jalan keluar melalui beberapa macam cara.
 
Di antaranya adalah dengan mencarikan beasiswa dari 30 instansi yang bekerja sama dengan Undip, dicarikan orang tua asuh, bantuan talangan alumni, dan juga kerja paruh waktu di kampus maupun instansi atau perusahaan mitra Undip.
 
Jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tiap tahun pun mencapai sekitar 6.000 mahasiswa. Di tahun 2020 ini misalnya, jumlahnya mencapai 6.867 orang dengan total jumlah bantuan Rp65 miliar.
 
Kemudian mahasiswa yang dicarikan orang tua asuh jumlahnya 80 orang, yang pelaksanaannya dikoordinir oleh dosen-dosen pada tiap prodi. Sedangkan dana Talangan Alumni diberikan kepada 62 orang mahasiswa.
 
"Sementara kerja paruh Undip menyediakan 150 slot pekerjaan, belum termasuk asisten pada proyek-proyek penelitian," terangnya.
 
Baca juga:Kondisi Ekonomi Terganggu, Mahasiswa Minta Subsidi UKT
 
Untuk masa tanggap darurat berkaitan dengan kebijakan kerja dan belajar dari rumah, Undip juga menyediakan bantuan bagi mahasiswa yang masih bertahan di Semarang. Bantuan diberikan dalam bentuk pemberian sembako tiap dua minggu sekali, yang diberikan kepada sekitar 900 mahasiswa.
 
"Mereka biasanya adalah mahasiswa yang berasal dari luar Jawa dan luar negeri yang tidak bisa pulang karena berbagai macam persoalan. Seperti tidak beroperasinya moda transportasi, sedang menyelesaikan tugas akhir, atau memiliki penugasan khusus," imbuh Budi.
 
Untuk memastikan akses pembelajaran daring, kampus juga memberikan bantuan pulsa 10 GB per bulan kepada semua mahasiswa yang mengajukan permohonan bantuan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif